Breaking News:

Taktik Licik Pria Bekasi Ketemu Gadis di Terminal, Dicabuli di Bus & Dibawa ke Hotel, Lihat Nasibnya

Kasus pencabulan dialami bunga nama samaran (15), asal Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

TRIBUNJATIM.COM/M Sudarsono
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Iwan Hari Purwanto saat ungkap kasus, Kamis (10/9/2020 

TRIBUNBOJONEGORO.COM, BOJONEGORO - Kasus pencabulan dialami bunga nama samaran (15), asal Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

Gadis yang masih duduk di bangku sekolah tersebut mendapat perlakuan seksual dari Topik Iskandar (42), asal Kelurahan/Kecamatan Babelan, Bekasi.

Bahkan, perlakuan tak bermoral itu dilakukan di dalam bus.

Jari Tangan Bocah SD di Tuban Terjepit Gerendel Gembok saat Bermain, PMK Bojonegoro Turun Tangan

Kisah Difabel Bojonegoro Sukses Usaha Konveksi, Ikut Pelatihan Dinsos Jatim: Jahit Meraup Rp 3 Juta

Pengesahan Warga Baru PSHT Bojonegoro, Kapolres: Tidak Ada Konvoi Demi Kondusifitas

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, kasus tersebut terjadi pada 21 Agustus lalu, keluarga korban yang mengetahui anaknya tidak pulang akhirnya melapor ke polisi.

Kejadiannya, korban dan pelaku yang mengenal lewat media sosial janjian di sebuah lapangan di Sukosewu, pagi.

Lalu setelah janjian, korban diajak ke terminal untuk naik bus dari Bojonegoro ke Bekasi.

Di dalam bus, tersangka melakukan pencabulan dengan memegang payudara dan alat kelamin korban.

"Pencabulan dilakukan dalam bus juga, saat perjalanan dari Bojonegoro ke Bekasi," ujar Budi saat ungkap kasus, Kamis (10/9/2020).

Dijelaskannya, saat mendapat perlakuan asusila korban sempat menolak tapi diyakinkan tersangka jika aksi tersebut tidak apa-apa.

Kemudian setiba di Jakarta, korban ditidurkan di sebuah hotel dan dilakukan aksi persetubuhan oleh pelaku.

Sempat menolak, namun tersangka kembali meyakinkan korban jika akan bertanggungjawab jawab.

"Akhirnya kita mencari keberadaan pelaku dan korban, ditemukan di sebuah stasiun kota bekasi lalu dibawa ke Mapolres Bojonegoro," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat UU nomor 17 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang sebelumnya tentang perlindungan anak, ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. Kemudian juga dijerat UU 332 KUHP membawa kabur perempuan belum dewasa ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved