Virus Corona di Jawa Timur
Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur Telah Menjangkau 24 Kampung dan 10 Perusahaan
Khofifah Indar Parawansa bersama Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur berkunjung ke Tulungagung untuk kampanye protokol kesehatan.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur berkunjung ke Tulungagung.
Khofifah Indar Parawansa mengajak komunitas ini untuk melakukan kampanye protokol kesehatan pencegahan virus Corona ( Covid-19 ).
Selain itu, komunitas mantan pasien Covid-19 ini diharapkan bisa melawan stigma kepada para mantan pasien.
Inisiator Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur, dr Makhyan Jibril mengatakan, saat ini sudah ada 1.500 anggota yang bergabung ke komunitas ini.
Fokus komunitas adalah kampanye protokol kesehatan, dan melawan stigma mantan pasien Covid-19.
Sebab banyak mantan pasien yang diberlakukan tidak semestinya, setelah sembuh dari Covid-19.
• Khofifah Ajak Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur Kampanye Protokol Kesehatan ke Tulungagung
• Birokrasi Rumit, Alasan Pengembang Ogah Membangun Rumah Bersubsidi di Tulungagung
“Ada tetangga yang menutup pintu karena ketakutan. Bahkan anaknya pasien dipanggil dengan anak Corona,” ungkap dr Makhyan Jibril, Minggu (13/9/2020).
Masih menurut dr Makhyan Jibril, ada pula karyawan ditolak kembali ke perusahaannya setelah sembuh dari Covid-19.
Perusahaan memilih merumahkannya dengan alasan takut tertular.
Jika tidak ada upaya kampanye, maka stigma ini akan terus meluas.
Makhyan Jibril menegaskan, Covid-19 bukanlah aib.
• Pemkab Tulungagung Merekrut Relawan Penanggulangan Covid-19 dari Kalangan Anak Muda
• Aset Pemkab Tulungagung Bekas Kali Mati Dikuasai Warga, Disperumkim Bersiap Lakukan Penertiban
Selain itu pasien yang sudah sembuh justru punya kekebalan terhadap Covid-19.
“Pasien yang sudah sembuh punya kekebalan. Ini yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, para mantan pasien ini sudah pernah merasakan sengsaranya terkena Covid-19.
Jika mereka bercerita kepada masyarakat, maka pesannya lebih bisa dipercaya.
Saat ini Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur berangggotakan sekitar 1.500 orang.
Sejak diresmikan gubernur bulan lalu, mereka sudah menjangkau 24 kampung dan 10 perusahaan.
• Disperumkim Petakan 320 Hektare Kawasan Kumuh di Tulungagung, Tersebar di Lima Kecamatan
Sedangkan Tulungagung adalah daerah ke-4 yang dikunjungi.
Jibril menargetkan menjangkau 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.
“Pengurus ini yang mendata, mana anggota yang mendapatkan stigma. Kami akan mengirimkan pengurus untuk membantu,” tegas Jibril.
Pendampingan ini penting, karena mantan pasien Covid-19 akan selalu reaktif jika diuji dengan rapid test.
Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan, bahkan bisa selama satu tahun.
• Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung, Jenazah Warga Bali Sudah Dibawa Pulang Keluarga
• Jalur Tulungagung-Ponorogo yang Ambrol Masuk Jurang Sudah Dianggarkan untuk Diperbaiki Tahun Ini
Jika tidak ada pemahaman, maka para mantan pasien ini akan kesulitan mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19.
“Rapid test bisa saja reaktif, tapi tes PCR pasti negatif. Kami bisa bantu jelaskan bahwa tes PCR negatif, meski rapid test positif, tidak berpotensi menularkan,” pungkas Jibril.
Editor: Dwi Prastika