Breaking News:

Mesin PCR RSUD dr Harjono Ponorogo Mampu Tes 42 Sampel Per Hari, Tinggal Tunggu Visitasi Dinkes

Pemkab Ponorogo, Jawa timur segera memiliki mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) atau mesin tes swab yang ditempatkan di RSUD dr Harjono, Ponorogo.

DOK./PEMKOT SURABAYA
Alat laboratorium PCR bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN) mulai dimanfaatkan Pemkot Surabaya untuk menguji sampel tes swab, Kamis (4/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pemkab Ponorogo, Jawa timur segera mengoperasikan mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) atau mesin tes swab yang ditempatkan di RSUD dr Harjono, Ponorogo.

Direktur RSUD Dr Harjono, Made Jeren menjelaskan operasional mesin PCR ini tinggal menunggu visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

"Kita menunggu Dinkes Provinsi datang ke Ponorogo untuk melihat apakah memang PCR kita bisa dioperasionalkan atau tidak," kata Made, Senin (14/9/2020).

Made menjelaskan, tenaga dokter, tenaga analis, dan ruangan khusus untuk mengoperasikan mesin PCR ini sudah disiapkan.

"Kalau dari Dinkes Provinsi dinilai sudah memenuhi syarat, maka akan diuji coba dulu. Caranya yaitu dibandingkan dengan laboratorium lain yang sudah memiliki izin," lanjut Made.

Baru 247 Ribu Pelaku UKM Jatim yang Dapat Banprespum, Kuota 2 Juta UKM dengan Hibah Rp 2,4 Juta

Irwan Mussry Traktir Al El Dul Belanja sampai Kalap, Maia Bengong Lihat Tagihannya, Kasir: Juara Sih

Nonton Online Drama Korea Record of Youth Sub Indo Episode 1-3 (On Going), Link Streaming di Sini!

Jika sudah beroperasi, nantinya laboratorium PCR yang dimiliki Pemkab Ponorogo bisa melakukan test hingga 42 sampel per harinya dengan 2 tenaga dokter dan 3 tenaga analis.

"Kalau misal tenaga kita sudah mencukupi untuk pagi, siang, malam mungkin bisa lebih lagi. Tapi kalau saat ini masih terbatas," lanjutnya.

Lebih lanjut, Made menjelaskan, Dinkes Provinsi Jawa Timur akan melakukan visitasi ke RSUD dr Harjono pada tanggal 20 atau 21 September 2020.

"Nanti kita lihat apakah ada yang kurang. Kalau kurang maka kita perbaiki, tapi kalau sudah memadai maka bisa langsung ujicoba dengan laboratorium lain yang sudah memiliki izin," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved