Breaking News:

Virus Corona di Lumajang

Bupati Thoriqul Haq Siapkan Sanksi Tegas untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 di Lumajang

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memastikan, dalam razia protokol kesehatan, pihaknya bakal memberlakukan sanksi tegas bagi pelanggar.

SURYA/TONY HERMAWAN
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam dua pekan ke depan akan gencar melakukan operasi yustisi penegakan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ( virus Corona ).

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memastikan, dalam razia protokol kesehatan itu, pihaknya bakal memberlakukan sanksi tegas bagi pelanggar.

"Bisa dalam hal denda, kerja sosial, atau penutupan terhadap kegiatan-kegiatan usaha," kata Thoriqul Haq, Selasa (15/9/2020).

Macam-macam sanksi penindakan tersebut nantinya akan disesuaikan berdasarkan tingkat pelanggaran.

"Nanti dilihat dari pengadilan hakim yang ambil keputusan. Tapi kira-kira beberapa alternatifnya mereka kami minta untuk ikut melakukan penegakan penggunaan masker," ucapnya.

Klaster Baru Bermunculan, Pemkab Lumajang Gencarkan Operasi Yustisi Cegah Sebaran Covid-19

Antisipasi Kekeringan, BPBD Lumajang Droping Air Bersih ke 22 Desa dan 52 Dusun yang Krisis Air

Dalam operasi yustusi tersebut, nantinya juga akan diadakan evaluasi. Jika dirasa persentase kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan tidak mengalami peningkatan, pihaknya akan menerapkan perbeberapa pembatasan.

"Ya jika sebelumnya kami masih memberikan pemakluman, tetapi kala pada operasi yustisi ini dalam 2 minggu ke depan masyarakat tidak menunjukan lebih patuh pada protokol kesehatan dan tempat usaha tidak ada fasilitas cuci tangan, dan jaga jarak, terpaksa kami melakukan evaluasi terhadap kegiatan kemasyarakatan," ucapnya.

Thoriqul Haq menambahkan, dalam operasi yustisi, pihaknya tidak akan memberlakukan denda hingga ratusan ribu rupiah. Namun bisa dipastikan sanksinya tetap bisa menimbulkan efek jera.

"Ada denda tapi diposisikan denda yang tidak memberatkan, namun bisa menimbulkan kepatuhan. Misalnya denda harus membeli masker, kalau sering melakukan pelanggaran ya belinya harus lebih tidak hanya untuk pribadi tapi juga orang lain," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

4 Tahanan Kejaksaan Negeri Lumajang yang Positif Covid-19 Diputus Bebas, Kasi Pidum Ungkap Alasannya

Tak Temukan Pelanggaran, Imigrasi Lepaskan Orang Asing yang Mengamuk di Pujasera Stasiun Tulungagung

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved