Breaking News:

Klaster Baru Bermunculan, Pemkab Lumajang Gencarkan Operasi Yustisi Cegah Sebaran Covid-19

Terus meningkatnya angka pasien Covid-19 di Lumajang, pemerintah daerah melakukan evaluasi pencegahan dan penanganan Covid-19.

SURYA/Tony Hermawan
Bupati Lumajang saat ditemui di Gedung PKK, Selasa (15/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Terus meningkatnya angka pasien Covid-19 di Lumajang, pemerintah daerah bersama polisi, TNI, kejaksaan, dan pengadilan negeri setempat melakukan evaluasi pencegahan dan penanganan Covid-19

Acara tersebut berlangsung di Gedung PKK, Selasa (15/9/2020).

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, evaluasi itu dilakukan sebab dalam kurun waktu dua pekan ini penambahan pasien Covid-19 semakin melonjak tinggi. Bahkan angka penularannya melebihi bulan-bulan sebelumnya.

Sosok Kakak Kandung Dory Harsa Jarang Disorot, Ipar Nella Cantik Berhijab, Pekerjaan Tak Sembarangan

Kenakalan Jennifer Jill-Ajun Perwira di Ranjang RS, Ipel Sakit Jelang 50 Tahun, Suami: Peluk-peluk

"Kita melakukan evaluasi mengenai perkembangan penanganan Covid-19 di kabupaten Lumajang termasuk di bulan september pertengan bulan ini kita sudah terdata positif 95 orang ini melebihi bulan-bulan sebelumnya," kata Thoriq, Selasa (15/9/2020).

Thoriq juga menyebut, belakangan ini di Lumajang telah bermunculan klaster baru. Salah satunya di bidang kesehatan. 

"Termasuk juga ada klaster baru di bidang kesehatan karena ada 49 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi," ucapnya.

Klaster tersebut juga telah merambah ke hunian-hunian warga. Ini terjadi lantaran mereka yang dinyatakan terpapar sebelumnya tidak memilik gejala alias OTG.

Dengan kondisi ini, banyak dari pasien yang terlanjur melakukan kontak erat dengan keluarga atau orang terdekat sebelum diketahui terinfeksi.

5 Hal Janggal Sosok Penusuk Syekh Ali Jaber, Potret di Media Sosial Disorot, Bukti Bukan Orang Gila?

"Hari ini juga banyak klaster keluarga. Yang dimana bisa disebabkan pernah kontak dengan pasien positif, lalu ini menjadi ancaman keluarga masing-masing" ucapnya.

Untuk itu dalam dua minggu ke depan pihaknya akan gencar melakukan razia protokol kesehatan. 

Terlebih pemerintah pusat juga mendorong agar setiap kabupaten atau kota menggelar operasi yustisi penegakan aturan kedisiplinan menggunakan masker.

Hal itu termaktub dalam Inpres No. 06 Tahun 2020.

"Nah karena itu maka, kami akan melakukan operasi yustisi, penegakan hukum sidang di lapangan. Tadi berbagai pihak juga sudah melakukan persiapan-persiapan mengenai semua ini. Ada beberapa sanksi sesuai peraturan bupati maupun peraturan gubernur sebagai dasar untuk melakukan penegakan," ucapnya. (SURYA/Tony Hermawan)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sidang Sabu 25 Kilogram di PN Surabaya, Terdakwa Tak Berkutik Saat Saksi Beberkan Fakta

VIRAL Video Maba dan Senior Saat PKKMB Unesa 2020 Online, Kampus Akan Selesaikan Secara Internal

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved