Breaking News:

Berita Persebaya Surabaya

Ada Pemain Liga 1 Positif Corona, Persebaya Ingatkan PT LIB Cekatan Bikin Aturan Protokol Kesehatan

Manajemen Persebaya Surabaya meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera merilis protokol kesehatan jelang bergulirnya Liga 1 nanti.

SURYA/DYA AYU
Candra Wahyudi Manajer Persebaya Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Manajemen Persebaya Surabaya meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera merilis protokol kesehatan jelang bergulirnya Liga 1 nanti.

Hal itu setelah satu pemain Persik Kediri Andri Ibo positif terpapar Covid-19 yang saat ini sedang menjalani karantina di salah satu rumah sakit di kawasan Kediri.

Alfamart Gerilya Serahkan Bantuan Kemanusiaan di Masa Pandemi Covid-19 untuk Lamongan

Nonton Online Drama Korea Flower of Evil Sub Indo Episode 1-14 (On Going), Link Streaming di Sini!

Manajer Persebaya Candra Wahyudi menyebut masalah ini bisa terjadi tidak lepas karena lambatnya PT LIB dalam mengeluarkan protokol kesehatan.

Dimana harusnya protokol kesehatan bisa menjadi pegangan setiap klub sebagai standart antisipasi saat beraktivitas di tengah masa pandemi.

"Ini sebenarnya tanggung jawab dari liga dan federasi karena mereka yang bertanggung jawab terhadap sepak bola," ujar Candra Wahyudi, Rabu (16/9/2020).

"Problemnya liga belum jelas, belum ada protokol kesehatan. Alhasil setiap klub punya standart berbeda," sambung pria asal Bojonegoro ini.

Nonton Online Drama Korea Flower of Evil Sub Indo Episode 1-14 (On Going), Link Streaming di Sini!

5 Cara Hemat saat Berbelanja Online, Mulai dari Manfaatkan Promo Gratis Ongkir hingga Flash Sale

Jika diamati memang ada perbedaan standart pelaksanaan protokol kesehatan oleh klub-klub Liga 1 di Jawa Timur saat beraktivitas di tengah masa pandemi.

Seperti halnya Persebaya dan Madura United melakukan swab test sebelum menggelar latihan perdana.

Berbeda dengan Persik dan Arema FC dengan metode rapid test.

Sejatinya memang tidak ada larangan dari PT LIB terkait proses tes tersebut.

Gabungan NGO Tantang Bapaslon Pilwali Pasuruan Buka Riwayat Pendidikannya, Tujuannya ini

Pulau Sempu Bakal Jadi Lapas, Begini Respon Menkumham Yasonna Laoly

Hanya saja Manajemen Persebaya menilai masalah ini bisa ditekan kalau ada protokol resmi.

"Kalau masing-masing klub punya sikap berbeda-beda maka jangan salahkan ada kejadian yang beda pula karena tidak ada rujukannya," ujar Candra.

Candra menilai masalah ini seharusnya tidak terjadi kalau saja operator kompetisi sejak awal merilis protokol kesehatan ke masing-masing klub.

"Harusnya rujukan dari awal dipersiapkan liga dan PSSI sehinga klub tidak punya acuan sendiri. Akhirnya kejadian seperti ini. Saya yakin standar klub A dan B berbeda-beda," tutupnya.

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved