Dorong IKM Maju dan Berkembang, Dekranasda Kota Malang Lantik 31 Anggota Masa Bakti 2018-2023
31 anggota Dekranasda Kota Malang dilantik untuk masa bakti 2018-2023. Ketua Dekranasda Widayati Sutiaji ungkap gagasan database untuk pendataan IKM.
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - 31 anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang dilantik untuk masa bakti 2018-2023.
Pelantikan tersebut digelar di Ruang Sidang Balaikota Malang, Rabu (16/9/2020).
Wali Kota Malang, Sutiaji, Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang tampak hadir dalam acara pelantikan tersebut.
Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati mengatakan bahwa pelantikan ini digelar guna menggali potensi daerah yang ada di Kota Malang.
Terutama memberdayakan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Malang melalui berbagai macam program, pameran, pelatihan dan juga sosialisasi yang aktif digerakkan.
"Kita tahu, Dekranasda adalah lembaga independen. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban kita untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan potensi di Kota Malang," ucapnya.
Perempuan yang juga istri dari Wali Kota Sutiaji itu mengatakan, rencana ke depan pihaknya akan menggagas sebuah database untuk pendataan IKM.
Database tersebut nantinya akan dikembangkan dan dikelola guna menjaring IKM-IKM yang ada di Kota Malang.
Saat ini ada sekira 5.000 IKM di Kota Malang dan yang telah terdaftar di database Dekranasda ada 300 sekian IKM.

Pihaknya juga membuka pendaftaran bagi para IKM agar terdata di database dengan mendaftarkan diri melalui website Dekranasda Kota Malang ataupun ke Diskopindag Kota Malang.
"Nanti ke depan, ketika ada pameran, kami tidak perlu mencari lagi ke dasar, misalnya di kelurahan untuk mencari IKM. Karena kami sudah memiliki database," ucapnya.
Selain itu, dalam mengembangkan IKM, Dekranasda juga akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan menggandeng para perguruan tinggi di Kota Malang.
Pihaknya akan mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya guna mendorong pertumbuhan IKM di Kota Malang agar lebih maju dan berkembang.
"Banyak kok IKM di kita yang sudah maju. Seperti desainer Agus Sunandar, serta aksesorisnya karya bu Eva yang sudah melalang buana. Potensi itu yang nanti kita kembangkan agar IKM kita ini siap," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, sejumlah pengurus yang ada di Dekranasda kebanyakan dari sejumlah OPD di Kota Malang.
Hal tersebut dilakukan, agar nantinya ada sebuah kolaborasi dalam mengembangkan produk yang dihasilkan oleh IKM di Kota Malang.
"Jadi komposisi dalam kepengurusan itu ada yang dari Bappeda, Diskopindag kasi kabid masuk, terus untuk humas juga pakai humas kita (Pemkot Malang)," ucapnya.
Melalui kepengurusan baru di Dekranasda Kota Malang ini diharapkan oleh Sutiaji dapat membangkitkan kembali gairah IKM di Kota Malang.
Di berharap, para IKM nantinya dapat mensupport kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh Pemkot Malang ke depan.
Seperti membuat baju batik khas Malangan, yang nantinya kata Sutiaji bisa dipakai oleh anak-anak sekolah di Kota Malang.
"Kita nanti usulkan ke Gubernur kalau batik hasilnya dari lingkungan industri yang kita ciptakan sendiri. Maka dari itu IKM harus kami kuatkan. Termasuk memproduksi beragam jenis batik, tidak model topeng, tapi juga trembesi. Banyak macamnya"
"Kalau industri ini jalan, ekonomi kita juga ikut jalan," tandasnya
Penulis: Rifky Edgar
Editor: Heftys Suud