Gubernur Khofifah dan Gus Ipul Duet Bareng Judika di Pembukaan East Java Green Scout Innovation
Gubernur Khofifah, Gus Ipul, dan Judika, diikuti juga oleh para siswa anggota pramuka turut ramai bernyanyi bersama lagu "Kebyar-kebyar."
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Situasi pandemi virus Corona ( Covid-19 ) tak menghalangi kemeriahan pembukaan East Java Green Scout Innovation yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Kwartir Daerah Jawa Timur, Saifullah Yusuf ( Gus Ipul ) di Hotel Singgasana Surabaya, Selasa (15/9/2020).
Bersama ratusan siswa pramuka, pembukaan East Java Green Scout Innovation tersebut turut dimeriahkan oleh penyanyi jebolan Indonesian Idol, Judika.
Secara virtual Judika menghibur dan memompa semangat para siswa pembukaan kegiatan pramuka tersebut.
Bahkan Gubernur Khofifah, Gus Ipul, dan Judika, diikuti juga oleh para siswa anggota pramuka turut ramai bernyanyi bersama lagu "Kebyar-kebyar."
Meski terkendala pandemi yang menghalangi mereka bertemu langsung, namun tak menjadi kendala mereka semarak menyambut East Java Green Scout Innovation.
• Khofifah Ajak Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur Kampanye Protokol Kesehatan ke Tulungagung
Selain lagu "Kebyar-Kebyar," dalam kegiatan itu, Judika juga membawakan beberapa tembang andalannya. Seperti "Cinta Karena Cinta," "Mama Papa Larang," "Aku Yang Tersakiti," kemudian ada lagu "Separuh Nafas" dari Dewa 19, dan tembang barunya "Putus Atau Terus."
"Kami ingin ini menjadi penyemangat kita semua. Ini kami berharap, pramuka siap di garda terdepan menjaga NKRI dan membawa merah putri berkibar setinggi-tingginya," ungkap Khofifah yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur ini.
Khofifah menyampaikan, penggemblengan yang ada di pramuka memunculkan generasi yang cinta tanah air dengan semangan kekompakan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, di era saat ini, siswa diajak untuk ikut peduli dengan ketahanan pangan.
• Jalur Ngampon-Bendo Trenggalek Akan Ditutup 3 Bulan untuk Perbaikan Jalan, Mulai 18 September 2020
Pasalnya saat ini yang menjadi permasalahan global selain pandemi adalah ketahanan pangan.
Siswa dan pramuka harus menjadi generasi pemberi solusi dan juga yang berkontribusi dalam menghadapi tantangan global.
"Ini bukan tuntutan. Ini adalah kebutuhan global. Kita ingin anak-anakku di Pramuka mudah tergerak. Melihat sungai yang mengalami pendangkalan, maka kita tegerak untuk clean up. Ada lahan idle, kwarcab se-Jatim tergerak untuk menanam, agar ketahanan pangan bisa kita jaga bersama-sama. Ada rumah yang tidak layak huni, bisa direhabilitasi. Itu yang kita harapkan," tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Kwarda Jawa Timur, Saifullah Yusuf menyebutkan, dalam kegiatan East Java Green Scout Innovation ini, para siswa SMA yang tergabung dalam Pramuka akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.
• Kantor Grab Surabaya Disegel Driver Ojol Jatim, Kecewa Tak Ditemui Manajemen: Makan Hasil Kerja Kami
Peserta yang berjumlah 1.100 terdiri dari anggota penegak dan pandega dari 11 Kwarcab akan melakukan kegiatan berupa pemugaran 80 unit rumah tidak layak huni.