Breaking News:

Puncak Musim Panen, Harga Cabai di Sampang Anjlok, Dispertan Beberkan Solusi Bagi Petani

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sampang, Suyono membeberkan solusi bagi para petani tekait kasus anjolknya harga cabai rawit.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Plt. Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sampang, Suyono. 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Anjloknya harga cabai rawit di Kabupaten Sampang, Madura disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan persediaan hasil tani yang membludak lantaran masuk di puncak musim panen.

Sehingga, para pedagang atau pengkulak menjual cabai rawit dipasaran dengan harga murah karena dikhawatirkan membusuk dan terbuang percuma.

Mengetahui hal itu, dampak besar diterima oleh petani cabai rawit di Kota Bahari sebab, mereka mengalami kerugian karena harga jual hasil taninya tidak sebanding dengan biaya operasional, mulai dari penanaman hingga panen.

Lesty Kejora Tolak Mentah-mentah Duet dengan Rizki?, Hargai Pasangan, Rizky Billar: Saya di Depan

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sampang, Suyono mengatakan bahwa solusi bagi para petani menyikapi peristiwa tersebut memang harus tanggap melihat kondisi harga dipasaran.

Seperti, memiliki pemilihan penanaman pohon lain sehingga, jika sudah mengetahui waktu harga cabai akan murah, petani menanam tanaman lainnya, buah melon, semangka atau sayur-sayuran sesuai kondisi tanah.

Pembunuhan Keji Pengantar Galon Jadi Tontonan, Istri Lari Tak Pakai Sandal, Warga: Baik Itu, Kasihan

"Saat ini sosialisasinya sedang berjalan terhadap setiap kelompok tani di Sampang, sehingga ketika di daerah tertentu teksturnya pekerja air yang cukup kita arahkan untuk menanam yang lain contohnya bawang merah karna umurnya hanya 50 hari," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Rabu (16/9/2020).

"Kita juga berupaya memberikan pemahaman agar mereka menanam dengan perkiraan harga contohnya, oh nanti dari pada harga jatuh tanaman ini saja yang dikembangkan," imbuh Suyono.

Ia menambahkan, Jika sudah terlanjur seperti saat ini para petani bisa menjual hasil taninya tidak dalam kondisi basah melainkan, dikeringkan terlebih dahulu, mencari produksi agar ada pelarian.

Dirawat di RS, Jennifer Jill Tetap Genit ke Suami Kamarnya Kekecilan, Ajun Beri Respon Menggoda

"Ketika murah inilah yang harus dihadapi oleh para petani agar produk unggulannya dapat ditepungkan," ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mensosialisasikan terkait informasi harga dipasaran dan juga tata panennya.

"Terkait tata panennya misalnya harga mahal jatuh bulan agustus, berarti tiga bulan sebelumnya mereka diupayakan mulai menanam agar bisa panen di bulan Agustus," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved