Pilkada Kota Pasuruan
Uji Publik dan Tabbayun Pilwali Kota Pasuruan Tetap Digelar, Meski Satu Bapaslon Tidak Hadir
Satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan tidak hadir dalam undangan uji publik dan tabbayun yang digelar Pandawa
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan tidak hadir dalam undangan uji publik dan tabbayun yang digelar Pandawa Pasuruan di Valencia Resto Kota Pasuruan, Senin (21/9/2020) siang.
Bapaslon yang tidak hadir adalah Raharto Teno Prasetyo dan Moch Hasjim Asjari. Keduanya tidak tampak dalam acara yang digelar untuk mengetahui riwayat pendidikan masing - masing calon sebelum bertarung dalam Pilwali Kota Pasuruan.
Sedangkan, di sisi lain, Bapaslon Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo terlihat hadir dalam acara ini. Acara tetap digelar meski tanpa kehadiran Bapaslon Teno - Hasjim. Gus Ipul - Mas Adi diberikan kesempatan untuk menyampaikan ke publik soal riwayat pendidikannya.
“Kami sebenarnya sudah mengundang dua paslon, undangan sudah kami kirimkan jauh - jauh hari. Kami sangat menyanyangkan ketidakhadiran Teno dan Hasjim dalam undangan kami ini," kata Suratman, Koordinator Pandawa Pasuruan.
Dia menjelaskan, undangan ini seharusnya sudah diterima oleh masing - masing calon. Untuk Teno, ia sudah menitipkan undangan melalui ajudannya dan sudah konfirmasi. Sedangkan, Hasjim, ia sudah mengirimkan undangan melalui pak Amin, kakak Hasjim.
• Pendeta Hanny Divonis 10 Tahun Penjara Terkait Kasus Dugaan Pencabulan, Langsung Ajukan Banding
• Diduga Depresi Ortunya Meninggal, Wanita Ini Hampir 2 Bulan Tinggal di Gorong-gorong, Warga Tak Tega
• Bapaslon Gus Ipul - Mas Adi Percaya Diri Beberkan Riwayat Pendidikan
"Kalau pak Teno, tadi dapat kabar kalau ada pelantikan sebagai Walikota di Grahadi Surabaya, dan konfirmasi tidak bisa hadir. Sedangkan, Hasjim tidak ada konfirmasi. Kami sudah hubungi beberapa kali tapi tidak ada jawaban sama sekali," jelas dia kepada TribunJatim.com.
Suratman mengaku masih menunggu keseriusan baik dari Teno ataupun Hasjim untuk memberikan berkas susulan terkait riwayat pendidikannya. Ia memberikan waktu hingga malam ini.
"Kami siap menunggu sampai malam ini tidak apa - apa. Besok, hasil dari uji publik hari ini, akan kami sampaikan ke publik dan ke KPU sekalian ke Bawaslu juga. Ini tindak lanjut untuk mewujudkan Pilwali yang demokrasi, aman, damai dan sejuk," urainya.
Terpisah, Sekretaris Tim Pemenangan Teno - Hasjim (TEGAS), Teddy Armanto mengatakan, hari ini jadwal Teno adalah pelantikan sebagai Walikota di Gedung Grahadi, Surabaya.
"Hari ini agendanya pak Teno pelantikan Walikota Pasuruan. Saya tidak tahu kalau pak Hasjim, mungkin sedang ada kegiatan lainnya yang juga tidak bisa ditinggal," jelas dia.
Disinggung apa sudah menerima undangan uji publik dan tabbayun dari Pandawa, Tedy secara tegas memastikan hingga hari ini, ia belum menerima undangan dari Pandawa.
Ia berkilah bahwa baru mengetahui undangan uji publik itu justru dari media sosial. "Kalau saya dan tim tidak terima. Kalau katanya sudah dikirimkan ke pak Teno, saya juga tidak tahu. Yang jelas, hari ini pak Teno menghadiri pelantikan," urainya.
Sementara itu, Pandawa menggelar uji publik setelah bermunculan polemik di media sosial yang sangat meresahkan.
Artinya, sudah banyak black campaign yang menuding bapalson yang akan bertarung dalam Pilwali Kota Pasuruan tidak memiliki gelar sarjana.
Akan tetapi, mengaku memiliki gelar sarjana. Nah, kondisi ini sudah membuat atmosfer Pilwali Kota Pasuruan semakin memanas.
Bahkan, polemik ini sudah menjadi perbincangan khalayak umum dan membuat pendukung kedua kubu saling serang di media sosial.
Pandawa berusaha mengklarifikasi dan meluruskan polemik ini agar terwujudnya Pilwali Kota Pasuruan yang aman, damai dan sejuk melalui uji publik dan tabbayun kali ini. (lih/Tribunjatim.com)