Virus Corona di Indonesia

Lakukan Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta, Wanita Ini Dilecehkan dan Diperas, Korban Kini Trauma

Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta masih menyelidiki pelecehan seksual yang dilakukan oknum tenaga medis pada penumpang di Terminal 3 Soehat.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho saat ditemui di ruangannya, Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM - Nasib pilu menimpa seorang wanita yang melakukan rapid test di Bandara Soekarno Hatta.

Oknum dokter tersebut memeras korban dengan meminta uang jutaan rupiah.

Selain itu, oknum dokter itu juga meremas dada dan mencium bibir korban.

Kini, polisi tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut.

Simak kronologis selengkapnya di bawah ini!

Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta masih menyelidiki dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum tenaga medis kepada penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Diketahui sebelumnya, LHI merupakan korban pelecehan seksual oleh oknum tenaga medis, E, sekaligus pemerasan pada 13 September 2020 di Bandara Soekarno Hatta.

Kasus tersebut sudah viral di sebuah thread Twitter setelah LHI membeberkan kejadian yang dialaminya.

Kendati demikian, Satreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta masih menyelidiki secara mendalam soal dugaan pelecehan seksual oknum tenaga medis E yang meremas dada dan mencium bibir LHI.

Viral Foto Cantik di KTP Gadis Kelahiran Majalengka, Ini Fakta di Baliknya: Ya Itu Baru Bangun Tidur

Aksi Bejat Oknum Polisi Cabuli Gadis Remaja 15 Tahun Pelanggar Lalu Lintas: Nafsu Lihat Tubuh Korban

Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho saat ditemui di ruangannya, Selasa (22/9/2020).
Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho saat ditemui di ruangannya, Selasa (22/9/2020). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta Kompol Alexander Yurikho mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bali soal dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Korban sedang diambil keterangannya untuk dinilai oleh P2TP2A Bali untuk penyidik yakinkan bahwa dugaan tindakan pidana terjadi," ujar Kompol Alexander Yurikho di kantornya, Selasa (22/9/2020).

"Supaya mereka (P2TP2A) bisa menilai bahwa merasa korban ini benar trauma dan diduga kuat menjadi korban dari pelecehan," tambah dia lagi.

Demi Perkuat Penangguhan Penahanan, Jerinx SID Mengaku Bersedia Jika Akun Media Sosialnya Dihapus

Satgas Covid-19 Kota Blitar Tindak 1.325 Pelanggar Protokol Kesehatan, Kumpulkan Denda Rp 2,2 Juta

Kenapa di Bali?

Sebab, LHI sendiri kini bekerja dan berdomisili di pulau Dewata sehingga penyidik pun harus jemput bola menghampirinya di sana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved