Breaking News:

Situs Candi Patakan Dirancang Sebagai Bangunan Suci yang Miliki Kamuflase untuk Tempat Perlindungan

Lubang sumuran yang berada di Situs Candi Patakan Lamongan Jawa Timur masih misteri. Pada hari kelima ekskavasi lubang persegi dengan kedalaman 170 CM

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Proses ekskavasi di Candi Patakan Desa Patakan Kecamatan Sambeng Lamongan Jawa Timur, Minggu (27/9/2020) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Lubang sumuran yang berada di Situs Candi Patakan Lamongan Jawa Timur masih misteri. Pada hari kelima ekskavasi lubang persegi dengan kedalaman 170 centimeter itu berhasil ditemukan.

Arkeolog BPCB Trowulan Mojokerto memperkirakan lubang sumuran tersebut merupakan tempat persembunyian Raja Airlangga.

Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, dari ekskavasi tahap empat hari kelima pihaknya menemukan lubang sumuran yang ketika digali memiliki kedalaman sekitar 170 centimeter dan memiliki lebar sekitar 65 centimeter. Saat penggalian di dalam lubang sumuran, juga menemukan adanya batu yang tertata rapi dan cukup untuk duduk atau bertapa.

Hanya saja batu itu tidak dimungkinkan diambil, lantaran ada kekhawatiran akan runtuh.

"Lubang sumuran ini seperti bungker kecil yang cukup untuk 1 orang saja di dalamnya," kata Wicaksono Dwi Nugroho saat berbincang dengan Surya.co.id, Minggu (27/9/2020).

Kemungkinan lubang itu jadi tempat persembunyian Raja Airlangga dari ancaman musuh. Lubangnya hanya bisa dimasuki seorang saja.

Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia U-19 Vs Dinamo Zagreb, Uji Coba Terakhir di Kroasia

Gangguan Jiwa Kambuh Rumah Sendiri di Kota Kediri Dibakar

Di tengah Pandemi, Sektor Pertanian Banyuwangi Surplus

Jika dihubungkan dengan bentuk situs candi Patakan yang tanpa pintu ataupun tangga, lanjut Wicaksono, maka lubang sumuran yang berada di belakang candi memang menyerupai bungker.

"Untuk bagian atas bangunan utama, ditemukan 2 bilik yang terpisah oleh altar yang kemungkinan adalah tempat para biksu untuk bersemedi, " katanya.

Wicaksono lebih luas mengurai, kalau dikaitkan dengan Prasasti Terep yang saat ini berada di Museum Nasional, pernah terjadi penyerangan istana Watan Mas yang membuat istana Watan Mas Hancur dan Airlangga melarikan di ke Desa Patakan kemudian membangun kembali kekuatannya setelah dari Patakan.

Wicaksono mengungkapkan, jika dihubungkan dengan Prasasti Terep ini, maka Airlangga dalam situasi darurat melarikan diri ke Patakan. Dari bukti material yang berhasil ditemukan, imbuh Wicaksono, sepertinya Situs Candi Patakan sudah dirancang sebagai bangunan suci yang memiliki kamuflase sebagai tempat perlindungan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved