Virus Corona di Jawa Timur
Ekspor Industri Furnitur Jatim Meningkat Saat Pandemi, Banyak Pengrajin Pintar Inovasi Limbah Kayu
Ekspor industri furnitur di Jawa Timur meningkat di tengah pandemi Covid-19. Drajat Irawan: banyak perajin pintar inovasi limbah kayu.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditengah penurunan kinerja perekonomian imbas pandemi virus Corona ( Covid-19 ), ekspor industri furnitur di Jawa Timur malah mulai menunjukan geliatnya kembali.
Industri furnitur merupakan salah satu subsektor yang mendukung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan berdasarkan data BPS Jatim 2020, total kontribusi subsektor industri furnitur terhadap PDRB Jatim sebesar 2,89% dengan pertumbuhan relatif tinggi sebesar 9,73%.
• Bahas Kebiasaan Pegang Hp Depan Istri, Raffi Disindir Nagita, Vicky: Gigi Bukan Cemburu Tapi Trauma
• Komentar Pelatih Persebaya Aji Santoso Terkait Belum Jelasnya Nasib Lanjutan Liga 1 2020
Di tahun 2019, angka tersebut meningkat dari tahun 2018 senilai 7,62%.
"Selain itu, industri furnitur merupakan salah satu sektor produk yang mendorong ekspor Jawa Timur dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah baik kayu, bambu, maupun rotan," ujarnya kepada Tribun Jatim, saat ditemui di Mulia Art Gallery, Selasa (29/9/2020).
Drajat menambahkan, berdasarkan data BPS Jatim tahun 2019, jumlah industri pengolahan kayu di Jatim termasuk di dalamnya industri furnitur sebanyak 10.120 unit, dengan rincian industri kecil sebanyak 9.418 unit, industri menengah sebanyak 27 unit dan sisanya industri besar sebanyak 175 unit.
• Daftar Mobil Bekas Murah Harga di Bawah Rp 50 Juta Keluaran Tahun 2000-an, Mobil Kia hingga Hyundai
• Jaga Kesehatan dengan Diet Jantung, Ini Daftar Makanan Rekomendasi Lifepack: Harus Masak Sendiri
Bahan baku industri furnitur Jawa Timur berasal dari daerah Banyuwangi, Jember, Blitar, Saradan, Tuban, dan daerah lainnya.
Sementara jumlah produksi kayu Jawa Timur untuk pertukangan sebesar 170.443 m3.
Sedangkan industri pengolahan kayu Jawa Timur berada di Kab. Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, Tuban, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo, Malang dan Lumajang.
Drajat juga mengatakan jika beberapa perajin yang ada di Jawa Timur pintar melakukan inovasi, seperti memanfaatkan limbah kayu, seperti bonggol atau akar (gembol), dahan dan ranting menjadi kerajinan kayu.
“Bisasanya limbah kayu oleh para pengrajin yang ada di Jatim diubah menjadi barang bernilai seni tinggi yang banyak diminati oleh kolektor benda antik, baik dalam maupun luar negeri dengan pasar adalah kota-kota besar di pulau Jawa diantaranya seperti Surabaya, Solo, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Jakarta hingga ke pulau Bali,” tambah Drajat.
Kata Drajat, pada periode semester I, yakni Januari hingga Juni 2020, sekalipun ditengah-tengah adanya virus Corona, tercatat nilai ekspor industri furnitur dan olahan kayu di Jatim sebesar USD 868,74 juta sedangkan nilai impor sebesar USD 45,16 juta sehingga terjadi surplus senilai USD 823,58 juta
"Adapun untuk negara tujuan ekspor produk furnitur Jawa Timur mayoritas adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris serta negara-negara di Eropa antara lain Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan Italy. Sedangkan impor produk furnitur terbanyak berasal dari China," tandasnya.
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Heftys Suud