Breaking News:

Ribuan Mahasiswa Demo Tolak Ominbus Law di Depan Kantor PT Garam Sumenep: Jangan 'Gantung' Buruh!

Ribuan mahasiswa PMII dan GMNI demo tolak pengesahan UU Cipta Kerja di depan kantor PT Garam (persro) Kalianget, Sumenep. Minta: jangan gantung buruh.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Hefty Suud
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Massa PMII dan GMNI demo tolak pengesahan UU Omnibus Law di depan PT Garam, Senin (12/10/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Aksi penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law kembali terjadi di Kabupaten Sumenep, Senin (12/10/2020).

Kali ini, demo dilakukan oleh kurang lebih ribuan mahasiswa dalam aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Aksi unjuk rasa digelar di depan kantor PT Garam (persro) Kalianget, Sumenep pada Senin (12/10/2020), sekira pukul 09.30 WIB.

Baca juga: Polres Pamekasan Kembali Gelar Operasi Yustisi di Arek Lancor, 7 Orang Kedapatan Tak Pakai Masker

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Tulungagung Berjanji Kawal Aspirasi Tolak UU Cipta Kerja, Massa Membubarkan Diri

Informasi yang diterima TribunJatim.com, kedua organisasi ini menuntut beberapa poin.

Diantaranya tolak Omnibus Law, jangan gantung nasib buruh, terbitkan perda garam dan tembakau, berikan perlindungan dan kesejahteraan para buruh.

Aksi berlangsung panas, saat para mahasiswa ini menyampaikan aspirasinya dilarang masuk ke dalam oleh petugas pengamanan.

Baca juga: Tabrak Truk Tronton yang Sedang Parkir dari Belakang, Dua Pengendara Motor di Pamekasan Meninggal

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya Lakukan Antisipasi, Bersihkan Saluran Air Sampai Perantingan

Akibatnya, massa aksi bakar ban dan taburi garam di depan kantor PT Garam (Persero) Kalianget tersebut.

Salah satu orator menyapaikan bahwa demokrasi telah mati di negeri ini, kedaulatan makin tergerus, dan kebinekaan ternodai oleh sikap tidak terpuji para pemimpin bangsa ini.

Dari itulah, massa aksi mendesak pihak PT Garam untuk memperjelas kontrak kerja Buruh PT Garam dan berikan salinannya.

"Berikan fasilitas yang layak terhadap buruh PT Garam sesuaikan upah buruh berdasarkan UMK," kata salah satu oratos massa aksi.

Pada pukul 13.00 WIB saat ini, PMII dan GMNI bergeser ke depan kantor DPRD Sumenep.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, ÀKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan dan pihaknya memerjunkan pengamanan.

"Pengamanan terdiri dari TNI Polri, Polri 208 personil dan TNI 68 personil," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved