Tim Polinema Loloskan Lima Divisi Robot ke Final Kontes Robot Indonesia (KRI)
Tim KRI (Kontes Robot Indonesia) Politeknik Negeri Malang (Polinema) meloloskan lima divisi ke final Kontes Robot Indonesia (KRI).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) meloloskan lima divisi ke final Kontes Robot Indonesia (KRI) yang akan dilaksanakan pada 16-24 November 2020. Sebelumnya, tim ini bertanding daring di wilayah II.
Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud.
"Seluruh divisi Polinema lolos ke final nasional," jelas Sapto Wibowo PhD pada Suryamalang.com (grup TribunJatim.com), Rabu (14/10/2020).
Hal ini berdasarkan surat dari Puspresnas tertanggal 12 Oktober 2020. Tim Polinema bertanding lima divisi yaitu Kontes Robot Sepak Bola Indonesia - Beroda (KRSBI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia - Humanoid, Kontes Robot Pemadam Api (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTI).
Baca juga: Edarkan Uang Palsu di Lamongan, Warga Madura Diringkus Polisi, Ngaku Jadi Sales Pupuk
Baca juga: Rizky Febian Kaget Baca Isi Buku Diary Lina yang Selama Ini Disembunyikan: Ada Sangkut Pautnya
Dijelaskan, untuk KRSBI Humanoid juara 2 sehingga dari awal sudah dipastikan lolos ke final. Tapi divisi yang lain walau tidak juara tetapi performance masuk di tingkat nasional.
Nama robot KRSBI Polinema adalah Aroc_PL sebagai juara dua.
Juara satunya dari ITS dengan robot Ichiro. Juara tiga, robot dari PENS Surabaya dan juara harapan dari UGM.
Dikatakan, begitu muncul pengumuman, maka timnya langsung bekerja keras lagi.
"Target kita di internal adalah bisa perform lebih baik," katanya.
Ia menyebut ada manfaatnya kegiatan lomba dilakukan daring. Sehingga semua lomba terdokumentasi di video. Sehingga bisa menjadi menjadi benchmark performance.
Baca juga: Harga Tiket Masuk Pendakian Gunung Arjuno, Jalur via Tretes Sudah Dibuka, Cek Cara Daftar Onlinenya
Baca juga: Bocoran Harga Gaun Pernikahan Nikita Willy, Kainnya Langsung dari Paris hingga Bertaburkan Swarovski
"Selain itu, kita bisa melihat dan memiliki data kemampuan robot per peserta, bisa jadi acuan seberapa performance kita untuk mencapai juara," tandasnya.
Dalam final KRI nanti ada 119 peserta yang berlaga. Dari perguruan tinggi di Malang, selain Polinema, juga Universitas Brawijaya (UB) dengan robot Atom di divisi KRSBI Humanoid, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan robot Dome yang berlaga di Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).
Juga ada tim dari Universitas Negeri Malang (UM) dengan Cakrawala Hexabot. Jumlah peserta KRPAI ada 40 peserta.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Pipin Tri Anjani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tim-kontes-robot-indonesia-kri-politeknik-negeri-malang-polinema.jpg)