Penanganan Covid
Sejarah Hari Cuci Tangan Sedunia 15 Oktober, Bukan karena Covid-19, Ini Cara Cuci Tangan yang Benar
Hari Cuci Tangan adalah kampanye promosi cuci tangan internasional untuk memotivasi orang di seluruh dunia agar meningkatkan kebiasaan mencuci tangan.
TRIBUNJATIM.COM - Simak sejarah Hari Cuci Tangan Sedunia yang diperingati tiap tanggal 15 Oktober.
Rupanya peringatan ini dahulu bukan karena Covid-19, namun untuk mengurangi penyakit diare.
Kini, saat pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung, maka kita perlu memperhatikan pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah penularan penyakit.
Lalu bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
Langkah-langkah mencuci tangan yang benar tersedia di akhir artikel.
Hari Cuci Tangan Sedunia adalah kampanye promosi cuci tangan Internasional untuk memotivasi dan memobilisasi orang di seluruh dunia agar meningkatkan kebiasaan mencuci tangan.
Kampanye global ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran mencuci tangan pakai sabun sebagai faktor kunci dalam pencegahan penyakit.
Penyakit saluran pernafasan dan usus diklaim bisa berkurang 25-50% dengan kebiasaan ini.
Baca juga: Sejarah Peringatan No Bra Day 13 Oktober, Perang Melawan Kanker Payudara, Ini 6 Manfaat Melepas Bra
Baca juga: Anggaran Pendidikan Lebih 22 Persen dari APBD Gresik, Insentif Guru di Sekolah dan Diniyah Juga Naik
Kenapa Diperingati Setiap 15 Oktober?

Hari Cuci Tangan Sedunia diprakarsai oleh Kemitraan Cuci Tangan Global (Global Handwashing Partnership (GHP) pada Agustus 2008 di Pekan Air Dunia (Annual World Water Week) tahunan di Stockholm, Swedia.
Artinya, Hari Cuci Tangan Sedunia yang pertama berlangsung pada 15 Oktober 2008.
Tanggal tersebut ditetapkan oleh Sidang Umum PBB.
Tahun 2008 juga merupakan Tahun Sanitasi Internasional.
Badan-badan pendiri pada tahun 2008 termasuk: FHI360 (sebuah organisasi pembangunan manusia nirlaba yang berbasis di AS), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Procter & Gamble, UNICEF, Unilever, Program Air & Sanitasi Bank Dunia dan Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional.
Hal yang melatarbelakangi ditetapkannya Hari Cuci Tangan Sedunia dimulai untuk mengurangi angka kematian anak dan penyakit pernapasan serta diare dengan memperkenalkan perubahan perilaku sederhana, seperti mencuci tangan pakai sabun.