Kaji Kelayakan Pembangunan Sat Polair, Polda Jatim Berkunjung ke Wilayah Hukum Polres Tuban
Studi kelayakan pembangunan Sat Polair. Tim Rorena Polda Jatim berkunjung ke wilayah hukum Polres Tuban, Kamis (22/10/2020).
Penulis: M Sudarsono | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Tim Rorena Polda Jatim berkunjung ke wilayah hukum Polres Tuban, Kamis (22/10/2020).
Informasi yang diperoleh TribunJatim.com, kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi kelayakan pembangunan Sat Polair di wilayah hukum Polres Tuban.
Hal itu dilakukan mengingat Kabupaten Tuban mempunyai letak yang strategis, yakni kota perbatasan antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Baca juga: Persela Lamongan Berniat Kumpulkan Pemain Pertengahan Bulan Depan
Baca juga: Mahasiswa Demo Dispendukcapil Pamekasan, Denda Akta Kelahiran Tanpa Kwitansi Diduga Pungli
Kabagstrajemen Rorena Polda Jatim, AKBP Moh Bashori mengatakan, Polres Tuban sudah mengusulkan pembentukan Sat Polair dan sedang dilakukan studi kelayakan.
Untuk itu yang pertama diperlukan adalah kesiapan dari Polres, yang kedua adalah partisipasi dan dukungan dari Instansi lain.
Kemudian masyarakat menyatakan saat ini benar-benar perlu kehadiran Kepolisian Sat Polair dan sebagainya.
Baca juga: Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Lakukan Penguatan PLKB, Sosialisasi KB Menyesuaikan Pandemi Covid-19
Baca juga: Viral Foto Tak Senonoh 2 Oknum Pendaki Berpose Bugil di Gunung Gede Pangrango, Ini Respons Pengelola
"Kita meyakinkan bahwasanya memang Sat Polair di Tuban ini memang penting untuk di bentuk Satuannya" jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menyatakan, Tuban merupakan kabupaten di Jawa Timur yang terletak di pesisir Pantai utara memiliki panjang pantai mencapai 65 KM.
Tuban juga akan dibangun Mega proyek strategis Nasional pembangunan kilang minyak Pertamina Rosneft.
Hal ini menjadi pertimbangan perlunya dibentuk Satuan Polair untuk mengamankan perairan di Wilayah hukum Polres Tuban.
"Pengajuan pembentukan Sat Polair sudah sejak 2017 silam, kami juga sudah memperoleh Hibah tanah dan sudah bersertifikat sejak tahun 2011 seluas 6.710 m² di kecamatan Bancar tidak jauh dari bibir pantai" ucap Kapolres.
Perwira menengah itu menjelaskan, pertimbangan yang mendasar diajukannya pembentukan Sat Polair di wilayah hukum Instansi yang dipimpinnya adalah letak geografis.
Luas wilayah laut kurang lebih 22.608 m² dan garis pantai 65 KM, serta sepanjang pantai tersebut ada pelabuhan-pelabuhan yang strategis antara lain Pelabuhan TPPI, Semen Indonesia, Holcim, PLTU Tanjung awar-awar dan sebentar lagi ada pembangunan Mega proyek Kilang Minyak Pertamina Rosneft.
Hal itulah yang mendasari Polres Tuban mengajukan segera dibangunnya Sat Polair, mengingat saat ini hanya ada 7 personil Polair.
"Tentu kita butuh sehingga diajukan pembangunan Satpolair, saat ini yang ada hanya ditpolair," pungkasnya.
Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Heftys Suud