Keberadaan Paguyuban Antar Umat Beragama Wujudkan Keharmonisan di Kota Kediri

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, keharmonisan di Kota Kediri terwujud salah satunya berkat komunikasi yang terjalin melalui PAUB.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menjadi pembicara sarasehan di Gereja Santo Yoseph Kota Kediri, Minggu (25/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, keharmonisan di Kota Kediri terwujud salah satunya berkat komunikasi yang terjalin melalui Paguyuban Antar Umat Beragama (PAUB) yang terbentuk sejak tahun 1998.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menjadi narasumber dalam sarasehan “Peran Ormas Kota Kediri dalam Membumikan Nilai Keberagaman Untuk Menyongsong Indonesia Maju di Gereja Santo Yoseph Kota Kediri, Minggu (25/10/2020).

Sarasehan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona ( Covid-19 ) yang ketat. Semua tamu undangan memakai masker serta menjaga jarak.

Dijelaskan Abdullah Abu Bakar, keberadaan PAUB selanjutnya dijadikan referensi oleh pemerintah pusat untuk menjadi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada tahun 2004.

FKUB Kota Kediri sering mengadakan silaturahmi setiap satu bulan sekali bila tidak ada pandemi seperti sekarang ini.

Baca juga: Gendong Anaknya yang Masih Balita, Pria Kediri Gerebek Istrinya Selingkuh dengan Duda di Kamar Kos

Dalam pertemuan tersebut, diagendakan untuk berdiskusi dan bila ada suatu masalah yang terjadi bisa dicari solusinya.

Selain dalam pertemuan tersebut, FKUB Kota Kediri juga melakukan kunjungan seperti saat perayaan Natal, perayaan Cap Go Meh, doa bersama saat Hari Jadi Kota Kediri, silaturahmi dengan warga Papua yang ada di Kota Kediri, dan lainnya.

“Sekarang ini zamannya kolaborasi, jadi kita harus bersama-sama membangun kota. Karena yang bisa membuat maju Kota Kediri itu ya warga Kota Kediri juga yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat," jelasnya.

Ditambahkan Abdullah Abu Bakar, kebersamaan ini harus dijaga dan dirajut bersama-sama.

Baca juga: Nongkrong Tak Pakai Masker, 2 Pelanggar Protokol Kesehatan di Kediri Disanksi Menghafal Pancasila

"Kita mau mikir sama-sama, maka saya yakin semuanya akan indah dan berjalan dengan baik dan semuanya akan mendapat solusi. Ini kuncinya di Kota Kediri,” tambahnya.

Sementara Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari mengatakan, penting sekali untuk lebih fokus dan memberi arah serta bimbingan mengenai penggunaan teknologi untuk kaum muda, anak-anak dan perempuan.

“Saya juga berpesan kepada semuanya untuk selalu manfaatkan jejaring yang sudah ada, selalu bekerja sama dengan semua pihak agar bisa bersama-sama membangun kesejahteraan untuk warga Kota Kediri,” tuturnya.

Sedangkan Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Kediri, Regina Suwono mengungkapkan, komunikasi dan juga inkulturisasi penting dalam gereja untuk bisa merangkul semua golongan.

Baca juga: Biro Travel Umroh Kediri Sebut Potensi Biaya Perjalanan Ke Tanah Suci Naik 2 Kali Lipat Saat Pandemi

Namun hal tersebut juga bisa berlaku untuk semua agama. Selain itu yang tak kalah penting yaitu kaderisasi untuk meningkatkan sumber daya yang unggul akan meningkatkan kemampuan intelektual dan toleransi.

Narasumber lain sarasehan juga menampilkan Ketua KNPI Kota Kediri, Reza Darmawan dan Ketua Banser Kota Kediri, Gus Wazid.

Sarasehan juga dihadiri FKUB Kota Kediri, Pendeta Romo Karyono, Pendeta Romo Hardo Iswanto, Pendeta Romo Jauhari, Romo Keuskupan Paroki Santo Yosef, Ketua Pemuda Katolik Pusat yang diwakili Bendahara Umum Ardi Susanto.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved