Breaking News:

Pilkada Kota Pasuruan

Baliho Gus Ipul Dirusak, Tim Hukum dan Advokasi Paslon 01 Resmi Lapor Bawaslu

Tim Hukum dan Advokasi Pasangan Calon (paslon) 01 Gus Ipul - Mas Adi akhirnya resmi melaporkan kasus dugaan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK)

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Galih Lintartika)
Tim Hukum dan Advokasi Pasangan Calon (paslon) 01 Gus Ipul - Mas Adi akhirnya resmi melaporkan kasus dugaan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) milik Gus Ipul - Mas Adi. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Tim Hukum dan Advokasi Pasangan Calon (paslon) 01 Gus Ipul - Mas Adi akhirnya resmi melaporkan kasus dugaan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) milik Gus Ipul - Mas Adi.

Rombongan tim Hukum dan Advokasi Paslon 01 Gus Ipul - Mas Adi ini mendatangi Kantor Bawaslu Kota Pasuruan, Minggu (25/10/2020) malam. Mereka melaporkan perusakan baliho milik paslon 01.

Wiwin Ariesta, perwakilan Tim Hukum dan Advokasi Paslon 01 Gus Ipul - Mas Adi mengatakan, hari ini, pihaknya melapor resmi ke Bawaslu. Kata dia, pihaknya dirugikan atas perusakan APK milik paslon 01.

Dalam laporannya, ia juga menyerahkan bukti baliho sisa - sisa perusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia mendesak Bawaslu untuk segera bersikap untuk menyelesaikan kasus perusakan APK ini.

"Lokasinya tidak hanya satu. Perusakan ini terjadi di beberapa titik. Dan jumlahnya banyak sekali. Ini harus segera disikapi, karena ini mencederai kontestasi Pilwali Kota Pasuruan yang sudah berjalan ini," jelas dia kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Baru Terbongkar Isi Chat Lesty ke Rizky Billar seusai Pertama Kali Bertemu, Langsung Dibalas: Konten

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Konflik Penutupan Kelenteng Kwan Sing Bio - Angin Puting Beliung Bondowoso

Baca juga: Siswi di Mojokerto Nekat Terjun Dari Atas Jembatan Rejoto, Begini Nasibnya

Ia meminta Bawaslu untuk segera turun ke lapangan dan mencari bukti - bukti yang ada. Bagi dia, perusakan baliho ini adalah pidana. Dan yang merusak, bisa dikenakan sanksi.

"Kami tunggu secepatnya. Kami berharap Bawaslu segera bertindak agar situasi dan kondisi di Kota Pasuruan kembali kondusif," ungkap dia kepada TribunJatim.com.

Sekadar informasi, di dalam Pasal 280 ayat (1) huruf g Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyatakan bahwa, pelaksana, peserta dan tim kampanye Pemilu dilarang merusak dan/atau menghilangkan alat peraga Kampanye peserta Pilkada Kota Pasuruan.

Selanjutnya, dalam pasal 521 Jo pasal 280 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pelaku pengrusakan APK dapat dikenai sanksi pidana pemilu maksimal dua tahun dengan denda paling banyak Rp 24 juta_

Tak hanya menyerahkan bukti baliho yang sudah rusak, ia juga menyerahkan sejumlah keterangan dan informasi di lapangan yang sempat didapatkannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved