Hibur Warga untuk Tingkatkan Imun di Masa Pandemi Covid-19, PPBI Lamongan Gelar Pameran Bonsai
Untuk meningkatkan imun dimasa pandemi Covid-19, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lamongan memunculkan cara untuk memberikan hiburan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Untuk meningkatkan imun dimasa pandemi Covid-19 ada beragam cara yang bisa memicu hati senang, termasuk menyalurkan hobi dengan segala protokol kesehatan yang tetap harus dijalani.
Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lamongan memunculkan cara untuk memberikan hiburan pada masyarakat, pameran bonsai.
Penasaran? ada baiknya anda datang ke Lamongan menikmati ratusan pohon bonsai karya penghobi bonsai Lamongan yang hari-hari ini sedang dipamerkan.
Ada ratusan bonsai karya penghobi bonsai yang tergabung dalam PPBI Lamongan yang saat ini sedang dipamerkan di Lapangan Gajahmada, Jalan Soemargo Lamongan.
Baca juga: Tragedi Wanita Dibunuh Selingkuhan setelah Bercinta, Jasad Dibuang ke Kolam Buaya, Kondisi Memilukan
Baca juga: Isi Rumah Kontrakan Istri Rizki DA Viral, Tinggal Sendiri Tanpa Kemewahan? Tetangga Bahas Kehamilan
"Pameran bonsai ini rencananya akan berlangsung hingga 29 Oktober. Ada lebih dari 300 bonsai karya penyuka bonsai Lamongan yang kami pamerkan," kata Ketua PPBI Lamongan, Mochammmad Wahyudi saat berbincang dengan Surya.co.id (grup TribunJatim.com), Selasa (27/10/2020).
Pameran bonsai di Lamongan, kata Wahyudi, sudah kerap dilakukan dan hampir setiap tahun sekali dan tahun ini adalah pameran ke 14.
Berbeda dengan pameran-pameran bonsai sebelumnya, ungkap Wahyudi, peserta pameran kali ini semuanya adalah penghobi bonsai dari Lamongan dan tidak melibatkan penghobi bonsai dari luar kota.
Pelaksanaan kegiatan pameran ini juga terpaksa diundur karena pandemi, dari yang seharusnya digelar Juni baru bisa digelar Oktober ini.
"Selain karena sedang pandemi Covid-19 sehingga tidak melibatkan peserta dari luar kota, kami juga ingin menumbuhkan minat dan hobi masyarakat Lamongan akan seni merawat dan membentuk pohon bonsai," ungkap Wahyudi.
Pameran bonsai ini sekaligus menumbuhkan perasaan senang pada masyarakat untuk meningkatkan imun menghalau serangan Covid-19.
Meski peserta pameran adalah lokal Lamongan sendiri, namun peminat untuk bonsai cukup besar.
Buktinya, peserta pameran bonsai kali ini ada sebanyak 345 pohon bonsai dari 12 komunitas penghobi bonsai di Lamongan.
Wahyudi mengakui, jumlah kontestan ini lebih banyak meski pesertanya lokal Lamongan.
"Meski lokalan, tapi peserta tahun ini terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Wahyudi.
Panitia juga terpaksa menolak banyak peserta dari luar kota seperti Surabaya, Malang, Gresik, Tuban, Bojonegoro dan kota-kota lainnya.
"Saatnya nanti akan kita gelar yang melibatkan peserta luar kabupaten, " ungkapnya.
Selain menunjukkan semakin tingginya minat warga Lamongan terhadap bonsai, imbuh Wahyudi, pameran bonsai tahun ini juga semakin bisa menunjukkan kalau Lamongan memiliki potensi alam yang masih bisa digali melalui bonsai.
"Bonsai yang dipamerkan ini adalah pohon-pohon yang bisa ditemukan di Lamongan seperti pohon Serut, Mustam, Klampis Hitam, Stigi dan pohon-pohon lainnya," ujar Wahyudi.
Baca juga: Kondisi Kejiwaan Pembunuh Wanita Kerabat Jokowi, Polisi: Pelaku Sadar, Ini Fakta Baru yang Ditemukan
Baca juga: Pembangunan Tower Ilegal di Ponorogo Didemo Warga, Satpol PP Siap Membongkar Sesuai Prosedur
Dua kelas bonsai dipamerkan dalam pameran bonsai ini, yaitu kelas prospek (pemula) dan regional.
Penilaian bagus tidaknya bonsai, menurut Wahyudi, ditentukan dari beberapa kriteria yang diantaranya adalah kematangan pohon meliputi besarnya batang, cabang dan ranting harus seimbang.
"Selain itu ada keserasian arah cabang dan ranting dengan batang pohon bonsai. Tak hanya itu, kriteria pendukung lainnya termasuk aksesories yang ada pada pohon bonsai juga menjadi penilaian tersendiri seperti batu, lumut, rumput dan yang paling utama pot harus seimbang dan selaras dengan pohon bonsainya," tutur Wahyudi.
Sementara, Bupati Lamongan Fadeli berharap dengan pameran bonsai ini bisa menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat Lamongan di tengah pandemi Covid-19.
Selain itu, kata Fadeli, pameran bonsai ini bisa ikut melestarikan lingkungan hidup dengan membuat sebuah karya seni yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Selain sebagai alternatif hiburan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, juga untuk melestarikan lingkungan hidup dan bonsai juga sebagai karya seni bernilai ekonomi tinggi bila ditekuni secara profesional," pungkasnya. (SURYA/Hanif Manshuri)
Editor: Pipin Tri Anjani