Pilkada Gresik

Petugas Pakai APD Bakal Bantu Pasien Positif Covid-19 yang Ingin Nyoblos di Pilkada Gresik

Memilih yang terkonfirmasi positif covid-19 pada hari pencoblosan, 9 Desember 2020 nanti tetap akan difasilitasi KPU.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Sosialisasi Pilkada Gresik 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK- Pemilih yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari pencoblosan, 9 Desember 2020 nanti tetap akan difasilitasi KPU.

Mereka dibantu petugas penyelenggara dengan mengenakan Alat Pelindung Diri Lengkap (APD) untuk memberikan hak suara.

Ketua KPU Gresik, Akhmad Roni, mengatakan petugas akan mengenakan APD lengkap, seperti baju hazmat, masker dan faceshield.

"Petugas yang akan mendatangi pemilih yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk memberikan hak suara," ucapnya saat sosialisasi Pilkada bersama PWI Gresik, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Bawaslu Beber Pelanggaran Kampanye Pilkada Kediri: Keterlibatan Anak-anak hingga Kerumunan Massa

Hal ini untuk memenuhi target partisipasi masyarakat dalam Pilkada di tengah pandemi Covid-19.

Dalam Pilkada kali ini, pihaknya menargetkan 77,5 persen partisipasi publik sesuai intruksi KPU Pusat.

Apalagi di dalam tiga kali penyelenggaraan pemilihan Cabup-Cawabup di Gresik jumlah partisipasi di Kota Pudak menujukkan peningkatan yang signifikan.

"Terkahir pada 2015 lalu, ada 70,1 persen pemilih yang menggunakan hak suaranya.

Sehingga kesadaran masyarakat cukup tinggi dibanding daerah lain," paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat dan berbagai elemen untuk berpartisipasi dalam memilih pemimpin untuk satu periode kedepan. Bahkan, menjamin penuh kenyamanan pemilih dalam setiap tahapan Pilkada. Dengan akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Semua panitia pemungutan suara kami lakukan rapid test," kata Roni. Termasuk, menyiapkan sarana prokes lengkap di 2.267 tempat pemungutan suara (TPS).

"Kami menyediakan bilik khusus bagi pemilih yang memiliki suhu diatas 37 derajat. Termasuk jemput bola bagi pasien positif yang sedang menjalani karantina," jelasnya.

Guna meningkatkan partisipasi, KPU menggandeng PWI untuk melaksanaan sosialisasi pemungutan suara dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik kurang 44 hari lagi.

Roni mengaku bahwa partisipasi dalam Pilkada di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang cukup berat.

"Bisa kita rasakan bahwa gairah kampanye yang dilakukan masing-masing calon kandidat terbilang minim dibanding Pilkada sebelumnya. Hal tersebut tidak terlepas dari peraturan KPU 13/2020 yang membatasi kegiatan kampanye dimuka umum," ungkapnya.

"Problem tersebut tentu dirasakan masing-masing calon untuk mengkampanyekan visi dan misinya," lanjut Roni.

Ketua PWI Gresik, Sholahuddin menyampaikan bahwa profesi jurnalis merupakan salah satu pilar penegak demokrasi.

"Sehingga menjadi tanggungjawab bersama untuk mensukseskan Pilkada. Dengan pemberitaan yang berintegritas dan berimbang," tandasnya. (wil)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved