Memaknai Budaya Batik Gendongan Jawa Timur dan Ragam Motif yang Digunakan

Batik gendongan tak hanya dikenal sebagai kain yang digunakan untuk menggendong. Banyak cerita dan filosofi di balik kain ini.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Batik gendongan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Akira Tandika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Batik gendongan tak hanya dikenal sebagai kain yang digunakan untuk menggendong. Banyak cerita dan filosofi di balik kain ini.

Ketua Komunitas Batik Tulis Jawa Timur ( KIBAS ), Lintu Tulistyantoro menuturkan, banyak dari masyarakat pernah merasakan bagaiman digendong dengan kain. Namun, perasaan ini tidak didapatkan oleh milenial di zaman ini.

"Kain gendongan di zaman dulu terbilang cukup fleksibel dan bisa menentukan cara menggendong hingga ukuran bayi yang digendong," terangnya dalam konferensi virtual, Kamis (29/10/2020).

Lintu melanjutkan, sebetulnya gendongan tidak hanya dimaknai sebagai alat gendong bayi saja, namun juga alat angkut barang.

Sementara itu, motif-motif yang diaplikasikan pada batik gendongan lebih menggambarkan tentang kesuburan, kemakmuran, dan perlindungan, melalui representasi hewan-hewan mitologi.

Baca juga: House of Sampoerna & KIBAS Selenggarakan Pameran Batik Gendongan Jawa Timur, Digelar Selama Sebulan

Baca juga: 803 Guru IGTKI Kabupaten Pasuruan Belajar Desain Membatik Secara Online

"Batik gendongan ini banyak terinspirasi dari kosmologi beberapa hewan berbisa yang diartikan sebagai perlindungan. Maka dari itu, biasanya motif yang digunakan meliputi ular, katak, lipan, scorpio," jelasnya.

Melalui motif tersebut, rupanya ada harapan dari para pembatik, bagi siapapun yang menggunakan kain tersebut. Salah satunya adalah agar bayi dalam gendongan tetap terlindungi.

Selain itu, Lintu juga menceritakan bagaiman batik gendongan menjadi suatu budaya turun-temurun yang dilakukan oleh kebanyakan masyarakat pesisir.

"Di daerah pesisir, batik gendongan merupakan budaya turun-temurun. Maksudnya, tiap orang tua yang memiliki gendongan, akan selalu menurunkan kain tersebut pada sang anak dan seterusnya, hingga kain tersebut tidak bisa dipakai lagi," paparnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved