Pilwali Surabaya 2020

Tegaskan Tak Miliki Afiliasi Politik, Surabaya Berenerji Tetap Ajak Milenial Tak Apolitis

Komunitas anak muda, Surabaya Berenerji menegaskan tak memiliki afiliasi politik.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Komunitas Surabaya Berenerji 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komunitas anak muda, Surabaya Berenerji menegaskan tak memiliki afiliasi politik. 

Sekalipun demikian, pihaknya tetap mengajak anak muda untuk tak apolitis.

Salah satu Inisiator Pergerakan 'Surabaya Berenerji', Mokhamad Ferdiansyah mengungkapkan bahwa anak muda memiliki potensi di semua bidang. 

Di bidang politik, misalnya, milenial seringkali menyuarakan sikap kritis menyikapi sebuah isu.

Baca juga: Tak Terpengaruh Survei Poltracking, Eri Cahyadi: Saya Fokus Sosialisasikan Program Pro-Rakyat

Oleh karena itulah, lewat lomba stand up comedy yang digelar saat ini, Surabaya Bernerji juga memperbolehkan para peserta membawa topik seputar politik. "Kalau membahas politik justru oke. Justru, di situ menarik," kata pria yang akrab disapa Pepeng ini.

Kritik membangun terhadap politik yang disampaikan milenial lewat stand up comedy justru diyakini lebih efektif. Apalagi, di 9 Desember 2020 mendatang, Surabaya akan menggelar pemungutan suara.

"Misalnya, sudut pandang dari kondisi politik di Surabaya dari segi komedi. Ini justru menarik," katanya.

Sekalipun demikian, ada sejumlah larangan dalam kompetisi stand up comedy

Di antaranya, pernyataan SARA dan hate speech.

"Dalam stand up comedy yang kami batasi hanya blue material. Yaitu, materi yang menjurus ke SARA, jokes dewasa, serta tidak membahas hate speech," tegasnya.

Untuk diketahui, Surabaya Bernerji menggelar lomba Stand Up Comedy bagi masyarakat Surabaya. Bertema Surabaya dan Anak Muda, ajang yang digelar melalui daring ini akan mewadahi berbagai ide membangun Surabaya melalui stand up comedy.

Pepeng sebelumnya menjelaskan bahwa lomba ini bisa menjadi tempat menampung ide kreatifitas para komika. "Ide awalnya, ajang ini dibuat karena kondisi pandemi yang membuat Industri pementasan cukup lesu," kata pria yang akrab disapa Pepeng ini.

Berkerjasama dengan komunitas komika, Lintas Tawa, Surabaya Bernerji menggelar ajang lomba dengan sistem daring. 

"Dari Februari, mereka (komika) sepi job. Setelah new normal, kami ingin kembali menggiatkan stand up comedy di Kota Surabaya namun tetap dengan model daring," jelas Pepeng.

Babak penyisihan lomba ini berlangsung sejak 29 Oktober hingga 8 November. Para peserta bisa mengunggah video berdurasi 3-5 menit di akun instagram pribadi peserta dengan mention @surabayabernerji dan @lintastawa serta mencantumkan hastag #SurabayaBernerji.

Lima peserta terbaik akan mengikuti babak final secara offline dengan durasi waktu 5-7 menit. Rencananya, babak final akan dilaksanakan pada 10 November, bertepatan dengan  Hari Pahlawan. (bob) 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved