Pilwali Surabaya 2020

Tak Terpengaruh Survei Poltracking, Eri Cahyadi: Saya Fokus Sosialisasikan Program Pro-Rakyat

Eri yang berpasangan dengan Armuji disebut kalah dari sisi elektabilitas dari pesaingnya, Machfud Arifin dan Mujiaman.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Calon Wali Kota, Eri Cahyadi saat menyapa pendukungnya dalam kampanye dan peresmian posko kemenangan yang diprakarsai Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) di Babatan, Wiyung, Jumat (30/10). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi menanggapi santai hasil Lembaga survei Poltracking.

Eri yang berpasangan dengan Armuji disebut kalah dari sisi elektabilitas dari pesaingnya, Machfud Arifin dan Mujiaman.

Selisihnya pun cukup besar, mencapai 17 persen. Menanggapi hal ini, Eri memberikan jawaban santai. "Survei tak ada pengaruhnya bagi saya," kata Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, terpenting adalah dukungan masyarakat secara riil dan komitmen menjaga amanah rakyat. "Bagi saya, Wali Kota bukan jabatan atau kekuasaan namun bagaimana bertanggungjawab kepada masyarakat dan umat," kata Eri.

Baca juga: Elektabilitas Tinggi, Machfud Arifin-Mujiaman Potensi Menang di Pilwali Surabaya

Hal ini pula yang meyakinkan dirinya untuk terus berjuang menyosialisasikan programnya kepada masyarakat. "Saya terus berdoa, ya Allah, ketika saya bisa membahagiakan warga Surabaya, tolong jadikan saya sebagai Wali Kota. Sebaliknya, kalau saya hanya menyusahkan warga Surabaya, hari ini jangan jadikan saya Wali Kota," katanya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menegaskan ajang pilkada bukan sekadar mencari kemenangan. "Pemimpin itu bagaimana seperti khalifah Umar bin Khattab, Abu Bakar Ash-Shiddiq, 'Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Pemimpin itu harus menjamin kemaslahatan dan kesejahteraan bagi umat," katanya.

Di samping itu, bagaimana memberikan program yang pro rakyat sebagaimana yang dilakukan Wali Kota Surabaya sebelumnya seperti Bambang DH dan Tri Rismaharini. "Sehingga, pangapunten. Saya tidak berpikir soal survei, saya hanya memikirkan bagaimana memberikan kesejahteraan untuk umat," katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia ini, 51,7 persen warga Kota Surabaya sudah mantap memilih paslon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) .Sedangkan pesaingnya, Eri Cahyadi dan Armuji (ErJi) hanya meraih suara 34,1 persen (selisih 17,6 persen).

Survsi Poltracking Indonesia diselenggarakan pada 19 – 23 Oktober 2020, dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei ini menjangkau 31 kecamatan di seluruh Kota Surabaya secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih. (bob) 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved