Tepat Setahun, Dua Atap Bangunan di Komplek SDN Gentong Kota Pasuruan Kembali Ambruk
Dua atap bangunan kelas di komplek SDN Gentong di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, kembali ambruk. Bukan kejadian pertama kali.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dua atap bangunan kelas di komplek SDN Gentong di Jalan Kyai Sepuh No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, kembali ambruk.
Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba atap dua bangunan ini ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya atap dua bangunan ini.
Kejadian ini menambah daftar kelam dugaan ketidakseriusan dan asal-asalan pembangunan gedung-gedung di komplek SDN Gentong ini.
5 November 2019, empat atap bangunan SDN Gentong ambruk.
Saat kejadian, siswa-siswi SDN Gentong sedang mengikuti aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).
Saat itu, empat atap bangunan yang ambruk ada di kelas 5A, 5B, 2A, dan 2B. 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka parah.
Bahkan, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia, satu siswa dan satu seorang guru. Kejadian itu sempat menjadi pusat perhatian banyak orang.
Setahun berikutnya, dua atap bangunan di komplek SDN Gentong ini kembali ambruk. Bedanya, kejadian nahas ini tidak menelan korban jiwa.
Baca juga: Gus Ipul Prihatin Atas Insiden Ambruknya Dua Atap SDN Gentong Yang Ambruk Lagi
Pasca insiden ambruknya empat atap, semua bangunan di SDN Gentong dibiarkan dan tidak dioperasikan lagi. Tidak ada perbaikan ataupun renovasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memilih untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar siswa-siswi ke sekolah darurat yang dibangun atas bantuan pemerintah pusat.
Informasi yang didapatkan, dua atap bangunan yang ambruk adalah bangunan milik TK Dharma Rini VIII yang juga sudah tidak digunakan sama sekali.
"Kejadiannya hari kamis (29/10/2020) lalu," kata Budi, salah satu penjaga sekolah SDN Gentong saat ditemui, Senin (2/11/2020) sore.
Budi mengaku tidak mengetahui pasti kapan kejadian terjadi. Namun, ia memperkirakan kejadian ini terjadi pada sore hari atau selepas ashar.
"Saat kejadian saya sedang mancing. Saya berangkat jam 3 sore itu masih aman, habis magrib, saya balik sudah ambruk. Perkiraan ya setelah ashar itu," sambung Budi.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kata dia, bangunan di SDN Gentong ini sudah tidak digunakan lagi pasca ambruk setahun yang lalu.
"Ya tidak ada, ini sudah dikosongkan sejak lama. Mungkin sudah setahun tidak ada aktivitas lagi di sekolah ini," ungkap Budi.
Baca juga: Kasus Ambruknya Atap SDN Gentong Mulai Disidangkan di PN Kota Pasuruan
Dari pengamatan di lapangan, atap dua bangunan yang lokasinya ada di pojok belakang sekolah ini, sudah tidak tersisa sama sekali.
Kondisi ini sama dengan empat atap SDN Gentong yang ambruk setahun yang lalu. Penyebab utamanya adalah kerangka atap ambrol.

Efeknya, atap ambruk dan genteng-genteng pun berjatuhan ke bawah. Sama, tiang penyangga di dua bangunan yang baru saja ambruk juga diduga tidak kuat.
Muhammad Munif, salah satu warga Kota Pasuruan sangat menyesalkan dan menyanyangkan ambruknya dua bangunan di SDN Gentong ini.
"Ingatan kita belum lupa soal kejadian setahun yang lalu. Sekarang sudah ditambah lagi dengan kejadian ambruknya dua bangunan lagi," kata Munif.
Baca juga: Kantor Dindik Pasuruan Digeledah Soal Kasus SDN Gentong, Disebut Ada Dokumen Asli yang Hilang
Dia menjelaskan, untungnya kejadian ini terjadi tidak di tengah KBM siswa-siswi SDN Gentong. Ia tidak bisa membayangkan jika masih ada aktivitas di sini.
"Pasti akan makan korban lagi. Dan pasti ini akan menjadi pusat perhatian lagi," keluh Munif.
Ia menilai, hak-hak anak untuk mendapatkan kelayakan dan kenyaman dalam belajar juga harus dipenuhi. Artinya, jangan sampai anak belajar dihantui dengan fasilitas pendidikan yang tidak mumpuni.
"Kasihan, nanti yang jadi korban ya anak-anak kita. Anak-anak yang sejatinya akan menjadi generasi penerus bangsa ini," urai dia.
Munif mendesak pemkot untuk segera bersikap atas kejadian ini. Jangan sampai, kejadian ini terulang di sekolah atau lembaga pendidikan yang lain.
"Kalau perlu ada pengecekan soal kualitas bangunan di sekolah-sekolah di Kota Pasuruan. Jangan sampai kejadian atap ambruk dan menimpa siswa terjadi lagi," papar dia.
Munif meminta pemkot untuk memberikan hak-hak untuk siswa termasuk kelayakan fasilitas pendidikan, seperti bangunan sekolah dan lain sebagainya.
Editor: Dwi Prastika