Breaking News:

Tercebur Blumbang, Balita Meninggal di UGD Puskesmas Karangrejo Magetan

balita ditemukan mengambang di blumbang, belakang rumah Eko Wahyu Setiono, orangtuanya warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Doni Prasetyo
Polisi Sektor Karangrejo, Resor Magetan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di blumbang, belakang rumah Eko Wahyu Setiono, orangtua Balita naas itu, warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) petang. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Lantaran kelalaian orangtuanya, Edwin Wahyu Saputra (2) balita ditemukan mengambang di blumbang, belakang rumah Eko Wahyu Setiono, orangtuanya warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan.

Namun sudah menjadi takdir, balita itu meninggal dalam pertolongan di UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) petang.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Karangrejo, Resor Magetan AKP Sukarno menyebutkan, Balita dua tahun yang baru senang-senangnya belajar berjalan itu tiba tiba dilihat tidak ada disekitar kedua orangtuanya.

"Melihat balita bernama Edwin Wahyu Saputra, tidak ada di tempat. Karuan, kedua orangtuanya mencari ke sekeling rumah, alangkah kagetnya, bapaknya Eko Wahyu Setiono, warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, anaknya mengambang di blumbang, tempat pembungan air kotoran dr kamar mandi di belakang rumah, langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) petang itu," kata AKP Sukarno kepada SURYA, Senin (2/11) petang, kemarin.

Namun takdir berkata lain, lanjut Kapolsek, usaha orangtua dan tenaga medis sekuat kemampuan di UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan, nyawa balita itu tidak bisa diselamatkan.

Baca juga: PN Surabaya Pailitkan PT Hotel Bahtera Jaya Abadi, Dirut Balik Lapor Polisi

Baca juga: Putera Risma Total Dukung Eri-Armuji, Fuad: Sesuai Arahan Ibu

Baca juga: Rizky Billar & Lesty Fix Nikah Tahun Depan? Eks Rizki DA Nangis di Panggung, Irfan Hakim: Tatap Mata

"Balita ini kemungkinan lama berada di dalam air blumbang, sehingga banyak minum air, sehingga tidak saja memenuhi perut juga organ paru paru, ini yang membuat usaha tenaga medis sekuat kemampuan, tidak lagi bisa memberi pertolongan," ujar AKP Sukarno kepada TribunJatim.com.

Dikatakan Kapolsek Karangrejo, Resor Magetan AKP Sukarno, setelah dilakukan otopsi, kejadian yang menimpa balita ini, murni kecelakaan, akibat kelalaian orangtua.

"Jenazah balita itu setelah kami otopsi, di mandikan dan di sslatkan, kemudian diserahkan ke orangtuanya untuk dimakamkan di TPU desa setempat," kata Kapolsek kepada TribunJatim.com.

Kendati begitu, Polisi Sektor setempat bersama personil Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) atau Identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Polres Magetan mendatangi TKP.

"Kami ukur kedalaman blumbang milik Eko Wahyu Setiono, orangtua balita itu memiliki kedalaman sekitar 50 centimeter. Kami juga mencari barang bukti lainnya disekitar TKP," kata AKP Sukarno.

Korban setelah diserahkan Polsek setempat dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Senin (2/11) malam. (tyo/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved