Pilkada Pasuruan
Bertemu Cawali Gus Ipul, Atlet-atlet Kota Pasuruan Curhat 2 Tahun Diterlantarkan Pemkot
Calon Wali Kota Saifullah Yusuf silaturahmi kunjungi atlet-atlet Kota Pasuruan. Dengar keluhan atlet dua tahun terakhir tak diperhatikan Pemkot.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Para atlet Kota Pasuruan mengeluhkan tak adanya perhatian dari pemerintah Kota Pasuruan selama dua tahun terakhir.
Kepada Calon Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, mereka mengaku seakan berjalan sendiri dan bahkan harus membiayai sendiri kegiatan mereka.
“Ada beberapa atlet yang terpaksa harus pindah ke kota lain untuk ikut pertandingan nasional karena di Kota Ini tidak ada perhatian,” ujar Dandi Santoso, koordinator Porkemi (Kempo) Kota Pasuruan.
Baca juga: HOAKS Viral Mata Jenazah Covid-19 Dicongkel, Polres Probolinggo Amankan 7 Orang Penyebar Video
Baca juga: Fakta Asli Viralnya Mata Pasien Covid-19 Hilang, Keluarga Lihat Bukti Jenazah, Penyebar Video Diburu
Hal itu disampaikannya saat mengikuti silaturahmi atlet-atlet Kota Pasuruan bersama Calon Wali Kota yang akrab disapa Gus Ipul, di halaman KUD Aneka Bakti, Sabtu (7/11/2020).
Beberapa atlet Kota Pasuruan terpaksa pindah kependudukan ke kota lain karena di Kota Pasuruan selama dua tahun terakhir tidak ada proses pembinaan atlet.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan sarana dan prasarana yang ada. Kolam renang berstandar nasional misalnya, tidak ada di Kota Pasuruan.
Baca juga: Salurkan Semangat Hari Pahlawan dari Rumah dengan Makeup Be Brave, Be Bold, Ini Tutorialnya
Baca juga: Gowes Bersama Fakultas Kedokteran Unair, Khofifah Kuatkan Pentahelix Tangani Covid-19
“Jangankan standar Olimpiade, standar nasional saja tidak ada di Kota Pasuruan,” ujarnya.
Selain itu banyak juga para atlet yang kesulitan mendapatkan pengakuan dari pemerintah.
Misalnya, untuk bersekolah yang membutuhkan legalitas kejuaraan dari Wali Kota ternyata juga sulit didapatkan.
Karenanya dalam kesempatan berdialog dengan Gus Ipul, para atlet se Kota Pasuruan berharap Gus Ipul bisa menjadi Wali Kota dan memperhatikan nasib atlet.
Gus Ipul sendiri mengaku prihatin atas nasib para atlet ini.
“Kebetulan saya pernah memimpin KONI Jawa Timur. Jadi InsyaAllah saya paham dengan kebutuhan teman-teman atlet,” kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, kebutuhan dasar bagi Para atlet harusnya bisa disiapkan pemerintah. Sarana dan prasarana misalnya harus disediakan dengan mengacu standar nasional atau bahkan standart Olimpiade.
Selain itu, kemampuan para pelatih juga akan ditingkatkan sehingga mampu mencetak atlet-atlet yang berprestasi baik di tingkat Jawa Timur, Nasional maupun internasional.
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Heftys Suud