2 Pembunuh Bocah di Bukti Jamur Akui Dihantui Korban Saat Tidur: Panggil-panggil Nama Tersangka

Rekonstruksi pembunuhan bocah SMP di Bukit Jamur. Kedua tersangka mengaku dihantui korban saat tidur: panggil-panggil nama SNI (16) dan MSK (15).

Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
SURYA/WILLY ABRAHAM
Petugas saat mengevakuasi jasad korban di kubangan air bekas galian C Bukit Jamur, Jumat (30/10/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Rekonstruksi pembunuhan bocah SMP AAH yang jasadnya dibuang di Bukit Jamur ada 23 adegan.

Kuasa hukum kedua tersangka, Sulthon Sulaeman mengatakan 23 adegan mulai mengajak korban hingga merencanakan pembunuhan.

Rekonstruksi dilakukan secara tertutup di Mapolres Gresik pada Senin (9/11/2020). Karena kedua tersangka masih dibawah umur.

Baca juga: Beredar Spanduk Serangan, Kampanye Hitam Membayangi Pilkada Banyuwangi

Baca juga: Penutupan Jalan Basuki Rahmat Dinilai Mendadak, Lalu Lintas di Akses Jalur Alternatif Macet

"Total 23 adegan, adegan ke 20, 21, 22 dan 23 dianiaya mulai dipukul hingga ditenggelamkan lagi ke dalam kubangan air sedalam 2,5 meter," ucapnya, Senin (9/11/2020).

Selain itu terkuak fakta, kedua tersangka, SNI (16) dan MSK (15) ternyata dihantui ruh korban.

Diketahui, kedua tersangka dihantui oleh korban AAH usai dibunuh.

Menurut pengakuan kedua tersangka, lanjut Sulthon, jasad korban terlihat tidur di samping kedua tersangka ketika bangun tidur usai kejadian tragis itu.

Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas Chevrolet Spin November 2020, Termurah Rp 60 Jutaan, LMPV Pilihan Keluarga

Baca juga: Ibu Rizky Billar Manut Kata Anak Soal Nikah, Rizky Billar dan Lesty Gelagapan, Rosmala: Nurut Aja

"Dihantui saat tidur, tersangka terbangun melihat jasad korban tepat disamping. Kadang terdengar korban memanggil nama mereka," tambahnya.

Ditambahkan, saat proses penganiayaan terjadi, korban sempat menangis dan memanggil ibunya.

Bahkan, meminta ampun agar kedua tersangka berhenti memukul.

"Korban sempat menangis ibu-ibu disuruh diam, kemudian dipukul balok, korban menangis dipukul batu, lalu diikat dan dilempar ke dalam kubangan air kondisinya masih hidup," terangnya.

Keesokan harinya, MSK mendatangi lokasi kejadian di Bukit Jamur seorang diri. Dia melihat jasad korban sudah meninggal dunia tetapi mengapung. Lalu, didorong pakai kayu untuk ditenggelamkan.

"Korban didorong kayu tapi tidak tenggelam, akhirnya tersangka ikut masuk ke dalam kubangan ikut menenggelamkan jasad korban dengan cara diinjak di dalam air," pungkasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 76C  Jo 80 ayat 3 UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,  Jo Pasal 1 angka 3 Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Terhadap anak  dan atau Pasal 340 Jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. 

Penulis: Willy Abraham

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved