Breaking News:

Insentif Guru Ngaji Banyuwangi Cair, Naik dari Rp 500.000 Menjadi Rp 700.000

Pemkab Banyuwangi menaikkan insentif bagi guru ngaji dari yang sebelumnya hanya Rp 500 ribu, menjadi Rp 700 ribu per tahun. 

SURYA/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyalurkan insentif guru ngaji. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menaikkan insentif bagi guru ngaji. Insentif dalam bentuk dana hibah sebesar Rp 7,5 miliar diberikan kepada 10.714 guru ngaji se-Banyuwangi.

Insentif tersebut diserahkan langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada sejumlah perwakilan guru ngaji, Kamis (12/11/2020). 

Anas mengatakan, dana insentif untuk guru ngaji tahun ini dinaikkan, dari yang sebelumnya hanya Rp 500 ribu, menjadi Rp 700 ribu per tahun. 

Anas menjelaskan, kebijakan ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Banyuwangi.

Sejak 2011, pemkab menyalurkan insentif bagi guru ngaji sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas perannya dalam dunia pendidikan.

Selain memberi pendidikan agama, guru ngaji berperan penting membentuk karakter anak.

Baca juga: Tanam Cemara Udang di Bangsring, Bupati Banyuwangi Anas: Pulihkan Wisata, Patuhi Protokol Kesehatan

Baca juga: Ditinggal Kerja Istri ke Surabaya, Pria di Ponorogo Tiduri Anak Tiri di Bawah Umur hingga Hamil

“Buat kita semua, peran guru ngaji tidak kalah pentingnya dari guru di sekolah formal. Karena biasanya peserta ngaji di TPQ itu anak-anak mulai usia pra sekolah hingga sekolah dasar. Di usia-inilah penanaman karakter pada anak sangat tepat dilakukan yang bisa didapatkan dari para guru ngaji,” kata Bupati Anas.

Anas pun menjelaskan bahwa pendidikan telah menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Anggaran pendidikan menyerap porsi terbesar dalam APBD setiap tahunnya.

"Pendidikan dan pengembangan SDM adalah prioritas wajib pembangunan Banyuwangi, anggarannya paling besar di APBD. Pariwisata adalah sektor penunjang pembangunan daerah. Insentif guru ngaji adalah salah satu bagian penting dari upaya kami mencetak SDM di Banyuwangi. Insyaallah ilmu yang telah diberikan ke anak-anak didik akan menjadi amal jariyah yang akan terus membawa manfaat,” ujar Anas.

Pada tahun ini ada 10.714 guru ngaji yang mendapatkan insentif dari pemkab. Jumlah ini merupakan hasil validasi dari 16.018 guru ngaji, dengan kriteria mempunyai murid 10 orang dan telah mengajar satu tahun.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved