Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilkada Kota Pasuruan

Buka Debat Kedua Pilkada Kota Pasuruan 2020, Gus Ipul-Mas Adi Ungkap Fakta dan Beri Solusi

Saat membuka debat kedua Pilkada Kota Pasuruan 2020, paslon Gus Ipul-Mas Adi ungkap fakta yang terjadi dan beri solusi.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Pasangan Calon Wali Kota Pasuruan dan Wakil Wali Kota Pasuruan nomor urut 01, Saifullah Yusuf-Adi Wibowo saat debat kedua Pilkada Kota Pasuruan 2020, Rabu (18/11/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pasangan Calon Wali Kota Pasuruan dan Wakil Wali Kota Pasuruan nomor urut 01, Saifullah Yusuf-Adi Wibowo atau Gus Ipul - Mas Adi memulai debat kedua dengan optimistis, Rabu (18/11/2020) malam.

Dalam debat bertemekan "Strategi Memajukan Daerah dan Penyelesaian Persoalan Daerah," Gus Ipul mengungkap fakta dan memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan.

Gus Ipul mengatakan, pembangunan Kota Pasuruan sekarang ini tanpa arah. Salah satu contohnya, belum adanya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sampai saat ini.

Tak hanya itu, kata Gus Ipul, dari beberapa fakta yang didapatkan, ada juga permasalahan ekonomi yang terjadi di Kota Pasuruan

Mulai pengangguran meningkat, kesenjangan pendapatan lebih tinggi dari Jatim, kapasitas fiskal sangat rendah, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya 18 persen dari pendapatan.

Baca juga: Blusukan, Cawali Gus Ipul Pastikan Akan Menaikkan Besaran Bansos untuk Masyarakat Kota Pasuruan

Baca juga: Cawali Teno Siap Beri Beasiswa Mahasiswa Asli Kota Pasuruan, Syaratnya Beprestasi Minimal IPK 3,5

Ada juga permasalahan sosial, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah kedua level kota di Jawa Timur, kasus gizi buruk masih tinggi, fasilitas kesehatan terbatas, dan lainnya.

"Ada juga permasalahan infrastruktur dasar, seperti RTH turun, 13,22 persen rumah tangga belum memiliki fasilitas MCK yang memadai," kata Gus Ipul.

Tak hanya itu, kata Gus Ipul, ada 45,71 persen masyarakat Kota Pasuruan yang belum tersaluri PDAM, dan hanya 53,53 persen ruas jalan dalam kondisi baik.

"Akibat mismanajemen dan tata kelola pemerintahan tanpa arah ini, membuat pembangunan Kota Pasuruan tidak maksimal, bahkan cenderung terus mengalami penurunan," sambung dia.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Kebun Pak Budi Pasuruan, Pilihan Camping Asyik, Bisa River Tubing-Flying Fox

Baca juga: Bertemu Cawali Gus Ipul, Atlet-atlet Kota Pasuruan Curhat 2 Tahun Diterlantarkan Pemkot

Gus Ipul mencontohkan, Kota Pasuruan gagal mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua tahun berturut-turut.

Anggaran tidak terserap maksimal, dan berpengaruh terhadap besarnya SILPA. Tak berhenti di situ, Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Pasuruan terendah di antara kota di Jawa Timur.

"Parahnya lagi, Kota Pasuruan berada di ranking 34 dari 38 kabupaten/kota di Jatim untuk Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD)," papar dia.

Baca juga: Bersatu, BM 99 Dirikan Posko Menangkan Gus Ipul-Mas Adi di Pilkada Kota Pasuruan

Baca juga: Satukan Hati, Mantan Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Pranoto Ngopi Bareng Gus Ipul-Mas Adi

Maka dari itu, Gus Ipul menawarkan platform perubahan. Di antaranya, membangun daya saing daerah, seperti menaikkan pendapatan per kapita, memberikan kesempatan kerja yang tinggi dan lingkungan layak.

"Maksimalkan resources, dari sektor pariwisata, sektor Industri, dan sektor perdagangan atau jasa. Tingkatkan kapabilitas, seperti SDM, infrastruktur, dan sistem kelembagaan," tutup Gus Ipul.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved