Breaking News:

BPJS Kesehatan Tulungagung

Tak Perlu Repot Cari Pelayanan Kesehatan, Sjamsijah: Program JKN-KIS Sangat Menolong

Menurut Sjamsijah, berobat menggunakan JKN-KIS mempermudah mendapatkan kepastian pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang kompeten.

Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Warga Tulungagung, Sjamsijah menunjukkan kartu BPJS Kesehatan miliknya, 2020. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ) sejak zaman PT Askes (Persero) membuat Sjamsijah (69) paham tentang prosedur dan manfaat pelayanan kesehatan yang didapatkan ketika sakit.

Menurutnya, berobat menggunakan JKN-KIS mempermudah mendapatkan kepastian pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang kompeten.

“Sejak awal ada JKN sudah jadi peserta, bahkan sejak Askes. Suami kan pensiunan BUMN. Untuk penggunaan kartu JKN itu memang dipermudah. Dipermudahnya itu kita tidak perlu sulit-sulit mencari faskes (fasilitas kesehatan). Kalau dari klinik tidak bisa ditangani kita pasti dirujuk ke faskes yang lebih mantap,” ujarnya, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Guru SD Tulungagung Obati Glaukoma Pakai JKN-KIS, Pelayanan Kesehatan Gratis: Tak Ada Diskriminasi

Sementara itu, sebagai penderita tekanan darah tinggi, Sjamsijah dan suami aktif mengikuti kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan yang diadakan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar. Sehingga Sjamsijah dan suami bisa mengontrol kondisi penyakitnya.

“Kalau penyakit saya dan bapak memang tensinya agak tinggi. Kebetulan bapak juga anggota Prolanis. Sampai saat ini Prolanis masih jalan, dilakukan senam setiap seminggu sekali,” terangnya.

Sjamsijah merasa terbantu dengan adanya fasilitas tersebut. Warga Kabupaten Tulungagung ini merasa sangat terbantu dengan JKN-KIS. Apalagi dengan adanya penyakit dalam tubuh, pasti membutuhkan pelayanan kesehatan segera.

“Kalau menurut saya, JKN itu sangat membantu untuk kita. Terutama pas kita membutuhkan layanan kesehatan, itu sangat membantu sekali. Kalau gak ada JKN kan pasti repot ke sana ke sini ngurus sendiri, cari layanan kesehatan. Karena orang sakit itu kan dikategorikan tidak ada rencana, kan tiba-tiba datangnya. Sangat membantu JKN ini,” pungkasnya.

Baca juga: Cerita ART Tulungagung Obati Gagal Ginjal Pakai JKN-KIS, Tak Keluar Biaya Sama Sekali: Pokonya Enak

Oleh karenanya, Sjamsijah berharap program pemerintah ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, utamanya bagi yang sakit, namun tidak mampu secara finansial untuk berobat, bahkan yang tidak sanggup membayar iuran JKN-KIS secara mandiri agar bisa dibantu oleh pemerintah dalam pembiayaannya.

“Harapan saya, kuota untuk peserta BPJS yang ditanggung pemerintah bisa ditambah, untuk orang-orang yang memerlukan dan orang tidak mampu. Soalnya kan masih banyak orang-orang yang memerlukan kartu itu, tetapi kalau disuruh bayar sendiri kan banyak yang tidak mampu, terutama kan akhir-akhir ini ekonomi lagi sulit. Sangat dibutuhkan dan bermanfaat sekali untuk orang-orang yang memerlukan. Mudah-mudahan bisa menambah kuota, karena program ini sangat menolong," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved