Breaking News:

Pemkab Madiun Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19

Pemkab Madiun siap laksanakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Akan dilakukan simulasi di beberapa sekolah.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
ILUSTRASI SEKOLAH TATAP MUKA 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rahadian Bagus

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun akan memulai kegiatan pembelajaran tatap muka pada semester genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021, yang dimulai pada Januari 2021.

"Dimulai tanggal 1 Januari 2021. Sebelum dimulai kami akan melakukan persiapan, simulasi di masing-masing satuan pendidikan, kita buat SOP aturan yang harus dipenuhi," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Pudji Wahyu Widodo, ketika dikonfirmasi seusai menggelar rapat di Puspem Kabupaten Madiun, Kamis (26/11/2020).

Pemkab Madiun juga telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk mempersiapkan secara teknis sarana dan prasarana protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Ia menuturkan, sekolah dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli sarana prasarana guna memenuhi SOP yang telah ditentukan.

Untuk diketahui, saat ini jumlah pasien Covid-19 ( virus Corona ) di Kabupaten Madiun terus bertambah, dengan jumlah terkonfirmasi per Rabu (25/11/2020) sebanyak 184 orang.

Baca juga: Guru TK di Madiun Positif Covid-19, Sempat Mengajar di Sekolah, Empat Muridnya Jadi Kontak Erat

Baca juga: Heboh Isu Aliran Salat Berbahasa Indonesia di Tulungagung, Ternyata Sudah Lama, Diangkat Lagi

Bahkan, pada Senin (23/11/2020) seorang guru TK dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, seusai bepergian dari Jakarta. 

"Kami melaksanakan SKB empat menteri, siapa pun bisa kena Covid-19. (guru TK) Sudah kami isolasi, sudah dibawa ke rumah sakit. Insyaallah sembuh," katanya.

Meski demikian, Pudji Wahyu Widodo menambahkan, kegiatan pembelajaran tatap muka tetap harus sesuai dengan persetujuan orangtua atau wali murid. 

Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Madiun, Agus Budi Wahyono yang memimpin rapat mengatakan, sebelum dimulainya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, akan dilakukan simulasi di beberapa sekolah.

Baca juga: Mempelai Wanita di Ponorogo Positif Covid-19, Acara Pernikahan Tetap Digelar, Resepsi Batal

Baca juga: Sempat Dirawat di RSUD Caruban, Pria Viral di Madiun yang Tertabrak Truk Tangki Akhirnya Meninggal

"Kami akan melaksanakan simulasi sebelum 20 Desember 2020. Mulai jenjang PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, sehingga pada saat pelaksanaan nanti harus benar-benar sesuai," pungkasnya.

Selain menggelar simulasi, sebelum dimulai kegiatan pembelajaran tatap muka, juga harus ada kesepakatan antara guru dan wali murid. Misalnya, mengenai aturan jam pelajaran, tidak diperbolehkan ada kantin, tidak ada jam istirahat dan sebagainya.

"Masing-masing lembaga pendidikan merangkum sendiri, sehingga dari satgas nanti tinggal mengevaluasi, memonitor pelaksanaan, yang jelas kami dari satgas, akan membuat checklist," imbuhnya. 

Dia menambahkan, untuk pelaksanaan rapid test bagi guru, dan murid yang berjumlah kurang lebih sekitar 75 ribu orang, masih menunggu kebijakan dari Bupati Madiun, Ahmad Dawami.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Siswi SMP di Kota Madiun Positif Covid-19, Diketahui Saat Skrining Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Pembangunan Shelter Baru Ditolak, Pemkab Ponorogo Intens Berkomunikasi dengan Warga dan Dekopinda

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved