Dianggap Menyebarkan Perpecahan, Warga Malang Tolak Kedatangan Habib Rizieq Shihab
Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Jogo Malang menggelar demo di depan gedung DPRD Kota Malang, Jumat (27/11).
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Gelombang penolakan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terus berdatangan. Kali ini gelombang penolakan terjadi di Kota Malang.
Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Jogo Malang menggelar demo di depan gedung DPRD Kota Malang, Jumat (27/11).
Mereka membawa spanduk dan banner yang bertuliskan penolakan terhadap Rizieq Shihab dan meminta FPI agar dibubarkan..
Mereka menganggap bahwa Rizieq Shihab selalu membuat kegaduhan serta mengakibatkan rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa.
"Gerakan yang selama ini mereka sampaikan lebih banyak mengarah kepada perpecahan. Kami sebagai anak bangsa tidak terima. Karena Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika," ucap Isrofi Samsuri koordinator aksi.
Selain berorasi, para pendemo juga membagi-bagikan poster bergambar Rizieq Shihab kepada pengguna jalan yang lewat di depan Alun-Alun Tugu Kota Malang.
Baca juga: Pekerjaan Asli Diragukan, Rizky Billar Ngamuk Rumah Mewah Disebut Hasil Gimik: Menyedihkan Hidupmu
Baca juga: Diduga Korban Tawuran, Satu Pemuda di Surabaya Tergeletak Meninggal dengan Luka Robek di Dada-Kepala
Baca juga: Amanda Manopo Mengaku Risih Perankan Andin Istri Arya Saloka di Ikatan Cinta, Mau Enggak Mau
Mereka juga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera Indonesia.
"Gerakan yang kami lakukan ini ialah bentuk spontanitas ketukan dari hati nurani. Ini merupakan panggilan hati nurani untuk jaga malang," ucapnya kepada TribunJatim.com.
Selain itu, Samsuri juga menolak rencana Habib Rizieq Shihab yang akan berkeliiing di kota-kota di Indonesia
Aliansi Jogo Malang itu, juga mengecam Pernyataan Rizieq Shihab yang penuh ancaman dengan kalimat 'Jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya dipenggal di jalan'.
Menurut Samsuri, itu bukan cerminan umat beragama di Kota Malang yang multikultural yang hidup rukun dan penuh kedamaian.
"Dengan segala keberagaman latar belakang identitas warganya, Kota Malang adalah kota yang rukun dan damai. Warga Kota Malang menolak dengan keras segala bentuk tindakan intoleransi," jelasnya kepada TribunJatim.com.
"Kami juga mendukung penuh semua aparatur negara termasuk POLRI dan TNI menindak tegas Rizieq Shihab dan antek-anteknya atas ancaman terhadap Pancasila dan UUD 1945," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih melakukan orasi di depan gedung DPRD Kota Malang.
Aksi berjalan damai dengan penjagaan dari petugas kepolisian dari Polresta Malang Kota. (Rifky Edgar/Tribunjatim.com)