Alasan Pemkot Surabaya Kembali Gelar Swab Test di Pasar Tradisional: Tak Boleh Kendorkan Prokes
Kegiatan swab test secara mendadak di pasar tradisional sengaja dilakukan oleh Pemkot. Tujuan utamanya, yaitu mengantisipasi lonjakan kedua kasus
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kegiatan swab test secara mendadak di pasar tradisional sengaja dilakukan oleh Pemkot Surabaya.
Tujuan utamanya, yaitu mengantisipasi lonjakan kedua kasus Covid-19.
Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan meski saat ini di Surabaya masih relatif terkendali, namun Pemkot tak mau kecolongan.
"Bu Wali memberikan perintah kami semua untuk melakukan swab di pasar," kata Irvan, Senin (30/11/2020).
Baca juga: Pemkot Surabaya Kembali Gencarkan Swab Test Dadakan Di Pasar Tradisional
Dari data yang diterima, di dua pasar besar yaitu Pasar Pucang dan Pasar Wonokromo didapati ratusan yang dilakukan pemeriksaan. Jumlahnya sekitar 244 orang.
Aktivitas di pasar saat ini memang menjadi perhatian. Sebab, banyak dari hasil tracing didapati lantaran aktivitas tanpa protokol kesehatan di pasar.
Banyak dari warga yang diketahui mulai kendor. Padahal, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai. Protokol kesehatan tetap menjadi hal yang harus diperhatikan.
"Sekali lagi kita mengingatkan kembali pada warga masyarakat bahwa Covid-19 belum selesai," terang Irvan.
Irvan menyebut, kegiatan tersebut bakal terus dilakukan. Kepala BPB Linmas Surabaya itu mengatakan antisipasi kembali mengamuknya penularan virus ini masih terus digencarkan.
"Ini salah satu langkah antisipasi," ujar mantan Kepala Satpol PP Surabaya itu.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengungkapkan sejauh ini pihaknya tak ingin mereka yang beraktivitas di pasar mengabaikan protokol kesehatan.
"Sosialisasi protokol kesehatan sekarang terus dilakukan," ujarnya.