Gunung Semeru Meletus, Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Malang Tetap Normal
Pasca Gunung Semeru meletus, penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Malang masih tetap normal. Begini penjelasan kepala UPT bandara.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelayanan dan operasional Bandara Abdulrachman Saleh Malang tetap berjalan normal seperti sediakala.
Meski Gunung Semeru meletus, bandara yang berlokasi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu tidak terdampak.
"Alhamdulillah tidak berdampak. Penerbangan normal," kata Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Ir Suharno ketika dikonfirmasi pada Senin (30/11/2020).
Suharno menegaskan, petugas sudah tahu apa yang harus dilakukan di saat kondisi pasca meletusnya Gunung Semeru seperti saat ini.
"Selalu monitor aktivitas seperti Gunung Semeru dan Gunung Bromo sebagai langkah antisipasi," beber Suharno.
Baca juga: Tak Jaga Jarak Aman, Mitsubishi Fuso Seruduk Dua Motor di Kota Malang, Korban Patah Tulang
Baca juga: Wali Kota Malang Sutiaji: Pembangunan Pendidikan Karakter Penting Dilakukan di Era New Normal
Sementara itu, ritme penerbangan tetap normal. Dalam sehari, jumlah penerbangan mencapai 2 hingga 3 penerbangan.
Suharno menegaskan, Bandara Abdulrachman Saleh Malang selalu menerapkan prosedur protokol kesehatan ketat.
Petugas bandara rutin melakukan cek suhu tubuh dengan thermal scanner. Tak hanya itu, fasilitas cuci tangan juga lengkap tersedia. Para pelancong juga diwajibkan menerapkan jaga jarak dan memakai masker. Ini dilakukan atas pertimbangan wabah virus Corona belum berakhir.
Baca juga: Sebelum Gunung Semeru Muntahkan Lava Pijar, Warga Mengaku Dengar Suara Gemuruh
Baca juga: Sekda dan Wali Kota Malang Positif Covid-19? Begini Penjelasan dari Humas Pemkot
"Seluruh maskapai juga sudah memberlakukan wajib rapid test atau surat keterangan sehat terhadap calon penumpangnya masing-masing," tegasnya.
Sebagai informasi, Gunung Semeru dilaporkan meletus pada Minggu (29/11/2020).
Meletusnya gunung tertinggi di Pulau Jawa ini disertai gugusuan lava. Peningkatan aktivitas Semeru sudah termonitor sejak Jumat (27/11/2020).
Editor: Dwi Prastika