Breaking News:

Wali Kota Madiun Minta Pemilik Warung Kopi Jadi Jubir Protokol Kesehatan

Wali Kota Madiun, Maidi, mengajak para pemilik warung di Kota Madiun untuk ikut membantu sosialisasi protokol kesehatan

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Rahadian Bagus
Para pemilik warkop diminta jadi jubir prokes 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun, Maidi, mengajak para pemilik warung di Kota Madiun untuk ikut membantu sosialisasi protokol kesehatan

Sebanyak 600 pemilik warung, diundang secara bertahap ke rumah dinas untuk diberi arahan dan bantuan.

Maidi berharap, para pedagang ini turut membantu mengingatkan para pembeli agar mentaati protokol kesehatan, dan melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Baca juga: Wali Kota Sutiaji Umumkan Dirinya Positif Covid-19, DPRD Kota Malang Bakal Lakukan Tes Swab Massal

‘’Pemilik warung ini dekat dengan masyarakat,  setiap hari melayani. Mereka kami beri pemahaman tentang protokol kesehatan agar mengingatkan para pembeli yang melanggar. Dengan begini sosialisasi bisa langsung menyentuh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,’’ kata Maidi, usai menyerahkan bantuan kepada pemilik warung, Selasa (1/12/2020).

Pemilik warung, masing-masing mendapat bantuan berupa 6 kg gula, satu bungkus kopi 320 gram, dan dua bungkus teh.

Selain itu, wali kota juga berpesan agar pemilik warung menarik tarif separo harga bagi warga kurang mampu.

Misalnya, jika harga secangkir kopi dijual dua ribu rupiah, maka bagi warga kurang mampu hanya cukup membayar seribu rupiah.

Jika habis paket bantuan tersebut habis, pemilik warung yang sudah terdaftar diminta melapor dan akan diberikan paket bantuan lagi.

‘’Kalau satu warung melayani 10 pembeli, dikalikan 600 warung tadi, sudah ada 6 ribu masyarakat yang dapat minum kopi murah dan mendapatkan sosialisasi tentang prokes dalam sehari. Kalau pola-pola ini rutin berjalan, semua masyarakat bisa tersentuh sosialisasi. Masyarakat paling bawah kami libatkan untuk turut menekan penularan Covid-19,’’ tegasnya.

Maidi mengatakan, warung kopi merupakan tempat berkerumun. Oleh sebab itu, ia akan meminta petugas berkeliling memantau penerapan protokol kesehatan di warung kopi.

Penjual yang melayani, tambah Maidi, juga akan dilakukan rapid test secara berkala. Harapannya, warga tidak khawatir ketika  berkunjung ke Kota Madiun.

‘’Sesuai instruksi Presiden, ekonomi tetap harus berjalan tetapi protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Pola-pola ini kita lakukan,  agar rem dan gas ini berjalan seimbang,’’ ungkapnya. 

Sebelumnya, wali kota juga mengundang petugas sampah dan tukang becak di seluruh Kota Madiun. Mereka juga mendapatkan paket bantuan berupa uang saku, sembako, dan makanan siap saji. 

Sama seperti para pemilik warung kopi, mereka  juga diminta membantu mensosialisasikan  penerapan protokol kesehatan. Harapannya, semakin banyak yang mengingatkan, semakin banyak masyarakat yang tertib dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Penyerahan bantuan gula, kopi, dan teh dilakukan selama tiga hari, 200 pemilik warung di tiap kecamatan. Pada hari pertama, bantuan diserahkan kepada 200 pemilik warung dari Kecamatan Taman. (rbp)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved