Berita Madiun

Angkat Karung Kecil, Warga Madiun Berdebar Jantungnya, Isinya Ternyata Mortir: Makanya Kok Berat

Warga RT 06 RW 02 Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun digegerkan dengan penemuan sebuah benda diduga mortir

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
MORTIR - Sebuah benda diduga mortir ditemukan di gudang rongsokan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (8/4/2026). Polisi menerjunkan penjinak BOM untuk mengevakuasi mortir tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Kaibon, Madiun, digegerkan oleh temuan benda mirip mortir oleh pemilik gudang saat bersih-bersih, yang diduga berasal dari barang rongsokan yang masuk tanpa pengecekan detail.
  • Pemilik segera melapor, dan pihak kepolisian bersama aparat setempat langsung mengamankan lokasi serta berkoordinasi dengan tim penjinak bom (Jibom) Brimob.
  • Status mortir (aktif atau tidak) masih belum diketahui dan akan diperiksa oleh tim Jibom; jika berbahaya, benda tersebut akan dimusnahkan sesuai prosedur.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Warga RT 06 RW 02 Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun digegerkan dengan penemuan sebuah benda diduga mortir di sebuah gudang rongsokan, Rabu (8/4/2026).

Mortir tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik gudang rongsokan, Muji Rahayu, saat melakukan kegiatan bersih-bersih gudang yang telah lama ia kelola.

Penemuan terjadi ketika Muji mengangkat sebuah karung kecil yang terasa sangat berat.

"Saat ada karung kecil saya angkat kok berat. Saya tidak tahu isinya apa, lalu dibuka ternyata seperti itu. Saya juga tidak tahu itu barang apa," ujar Muji.

Baca juga: Polisi Pastikan Mortir Temuan Warga di Ponorogo Masih Aktif, Tunggu Tim Gegana Brimob

Ia menjelaskan, selama ini dirinya tidak selalu mengetahui secara detail barang-barang yang masuk ke gudang rongsokan miliknya. Banyaknya barang yang datang serta keterbatasan tenaga kerja membuat proses pengecekan tidak dilakukan satu per satu.

"Barangnya banyak sekali, tenaga juga terbatas. Mungkin itu dibawa pemulung, ditaruh di pojokan dan tertumpuk dengan barang lain," terangnya.

Muji mengaku telah menyewa lahan tersebut selama kurang lebih 16 tahun untuk usaha rongsokan. Ia pun tidak mengetahui kapan benda yang diduga mortir itu masuk ke gudangnya.

"Kebetulan menjelang hari raya ini ketahuan saat bersih-bersih karena mau pindahan," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Geger AKP Dadang Arif mengatakan, setelah benda tersebut ditemukan, pemilik gudang segera berkoordinasi dengan perangkat Desa Kaibon. Laporan kemudian diteruskan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk dilakukan pengecekan awal di lokasi.

"Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pimpinan dan selanjutnya menghubungi tim Jibom Brimob untuk penanganan lebih lanjut," jelas Dadang.

Menurutnya, benda yang diduga mortir tersebut akan diamankan oleh tim penjinak bom (Jibom) guna memastikan kondisi dan tingkat bahayanya. Jika dinyatakan berbahaya, mortir tersebut rencananya akan dimusnahkan sesuai prosedur.

Pihak kepolisian hingga kini belum dapat memastikan apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak, karena pemeriksaan teknis menjadi kewenangan tim khusus Jibom.

"Untuk memastikan aktif atau tidaknya, nanti tim Jibom yang akan melakukan pemeriksaan. Kami masih menunggu proses evakuasi," imbuhnya.

Berdasarkan perkiraan awal, mortir tersebut memiliki panjang sekitar 40 sentimeter dengan diameter sekitar 8 sentimeter. Saat ini area sekitar gudang telah diamankan petugas dengan memasang garis polisi sambil menunggu kedatangan tim Jibom guna melakukan evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenew TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved