Pilkada 2020

150 Warga Surabaya Gelar Istigasah di Depan Gedung Grahadi, Doakan Pilkada 2020 Aman dan Kondusif

150 warga Surabaya gelar aksi di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Hefty Suud
SURYA/FEBRIANTO RAMADANI
105 warga Surabaya menggelar istigosah sebagai aksi damai menjelang Pilkada 2020 di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu siang (5/12/2020).  

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 150 warga Surabaya menggelar aksi damai di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu siang (5/12/2020). 

Massa tergabung dalam Pasopati ( Pasukan Suroboyo Peduli Akan Keutuhan Indonesia ), beserta Lembaga Pengaduan Dan Pembelaan Rakyat ( LPPR Jatim ), membawa bendera merah putih.

Beberapa diantaranya terlihat mengenakan pakaian muslim, serta melilitkan pita merah putih di bagian lengan.

Baca juga: VIRAL Tradisi Celana Pengantin Wanita Dilucuti Demi Cek Perawan Pasca Nikah, Tragedi Berujung Polisi

Baca juga: Pasopati Gelar Unjuk Rasa Di Depan Gedung Grahadi, Ajak Masyarakat Tetap Damai Selama Pilkada

Setibanya di lokasi, massa duduk di depan Taman Apsari sambil membaca sholawat nariyah, beristigasah, hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Indonesia Pusaka.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Petugas juga mengatur jalannya lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan.

Korlap aksi, Yanto Yan, memaparkan, pihaknya sengaja melakukan kegiatan ini lantaran perayaan Pilkada 2020 di Jawa Timur pada 9 Desember 2020 sudah di depan mata.

"Kami mengajak warga Surabaya tetap aman dan kondusif karena pilkada tidak ingin ada kerusuhan. Walaupun, pesta demokrasi merupakan hal yang rutin diselenggarakan," ujarnya di sela sela aksi.

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Penyebab Kebakaran Rumah Pejabat Dinkes hingga Paslon YesBro Gelar Tahlilan

Baca juga: Polres Trenggalek Minta Warga Laporkan Politik Uang di Pilkada 2020, Siapkan Hadiah Rp 10 Juta

Yanto juga berharap, Kota Pahlawan tetap guyub, rukun, aman, dan pelaksanaannya tetap bisa berjalan sesuai dengan prinsipnya. Yakni Jujur, Adil, dan Bermartabat.

Surabaya sebagai kota yang kosmopolitan selama ini berkehidupan damai, guyub, rukun dan toleran dengan segala keberagaman yang ada, harus tetap dijaga. 

"Kami juga menyatakan dengan tegas segala hal sebagai bentuk dari pemikiran dan tindakan yang intoleransi, dan ekstrimisme, yang bisa berakibat pada kekerasan antar kelompok, dan menimbulkan ketakutan bagi kelompok lain," tuturnya.

Pungkasnya, "Kami Masyarakat Jawa Timur Menolak segala bentuk provokasi, intimidasi dalam bentuk apapun. Karenanya kami semua pihak yang memiliki kewenangan untuk tegas menegakkan aturan."

Penulis: Febrianto Ramadani

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved