Tim Survei Gunung Piramid Bondowoso Keluarkan Rekomendasi Buka Jalur Pendakian, Ini Syaratnya

Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid Bondowoso mengeluarkan rekomendasi membuka jalur pendakian. Ini syaratnya!

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gunung Piramid Bondowoso, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Tim survei dan pemetaan Gunung Piramid Bondowoso mengeluarkan sebuah rekomendasi.

Rekomendasi dikeluarkan seusai tim tersebut merampungkan pemetaan untuk mengukur potensi bahaya Gunung Piramid.

Rekomendasinya yakni membuka jalur pendakian Gunung Piramid dengan menunjuk operator atau pengelola profesional.

Bila rekomendasi itu tak bisa terpenuhi, tim menyarankan jalur pendakian Gunung Piramid ditutup karena potensi bahayanya sangat tinggi.

Meski punya kekhasan yang berbeda, tingkat bahaya Gunung Piramid Bondowoso nyaris serupa dengan Carstensz Pyramid di Papua.

Baca juga: Bukan Dianiaya, Santri Ponpes di Bondowoso Alami Luka Bakar Karena Gurauan Berlebihan Teman Sekamar

Baca juga: Positif Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Minta Doa Masyarakat Segera Pulih, Begini Kondisinya

"Hanya dua pilihan itu. Sebab kalau tidak, akan ada korban lain," kata salah satu anggota tim survei dan pemetaan, Chuk S W, Kamis (10/12/2020).

Ketua Tim Survei dan Pemetaan, Agus Saban mengatakan, setelah dipetakan, memang harus dipasang alat dan pemandu profesional dalam pendakian Gunung Piramid.

"Tingkat bahayanya sangat tinggi jika tidak dilakukan secara profesional. Pendaki Gunung Piramid harus dilengkapi peralatan standar untuk pendakian gunung tebing terjal. Selain itu, perlu ada pemandu profesional," paparnya.

Baca juga: Wakil Wali Kota Probolinggo Meninggal Dunia Karena Covid-19, Sempat Perjalanan Dinas ke Bandung

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Bondowoso Bakal Tinjau Ulang Rencana Pembelajaran Tatap Muka SMP

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pendidikan dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, Retno Wulandari mengatakan, berdasar hasil survei dan pemetaan, Gunung Piramid perlu dikelola dengan profesional.

Ke depan, pihaknya bakal menunjuk operator profesional untuk mengelola Gunung Piramid.

"Kami juga akan memberikan pelatihan kepada para pemandu. Yang melatih tentu tenaga berkompeten di bidangnya," ujarnya.

"Selain itu, nantinya para pendaki akan dilengkapi peralatan standar pendakian. Itu untuk mengurangi risiko kala pendaki terjatuh di jalur yang berbahaya (punggung naga) Gunung Piramid," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga, Polresta Bersama Diskopindag Kota Malang Sidak Ke Pasar Tradisional

Baca juga: Sebabkan Teman Luka Bakar, Ini Nasib Dua Santri di Bondowoso yang Main Parfum Sambil Nyalakan Api

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved