Breaking News:

Polisi Ungkap Jalur Produksi dan Distribusi Pemalsuan Benih Jagung Merk BISI - 18

Satreskrim Polres Pasuruan baru saja mengungkap kasus besar yang merugikan perusahaan BISI - 18 senilai Rp 7 miliar.

(Surya/Galih Lintartika)
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan saat memimpin pers rilis. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan baru saja mengungkap kasus besar yang merugikan perusahaan BISI - 18 senilai Rp 7 miliar.

Kasus yang berhasil diungkap adalah kasus pemalsuan merk BISI - 18. Jadi, ada tiga pelaku yang menjual benih jagung dan dilabel BISI - 18.

Dalam kasus pemalsuan benih jagung merk BISI - 18, Satreskrim Polres Pasuruan membeberkan jalur produksi dan distribusi pupuk merk BISI - 18 yang palsu ini.

Kanit II Ekonomi Satreskrim Polres Pasuruan Ipda Samsul Arifin menjelaskan, semua produksi pupuk ini ada di Nganjuk. Kata dia, bisnis gelap ini dijalankan oleh lima orang yang sudah saling kenal.

Dalam penangkapan kali ini, sudah tiga tersangka yang berhasil diamankan. Menyisakan dua tersangka lain yang sedang dalam pengejaran pihak kepolisian. Ia mengaku, polisi sudah mengantongi identitas DPO ini.

"Gudang produksinya ada di Nganjuk. Kami melakukan penangkapan sampai ke Nganjuk, termasuk mengamankan sejumlah barang bukti dan tiga tersangka," kata Samsul, sapaan akrabnya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Rugikan Perusahaan Rp 7 Miliar, Polisi Ungkap Kasus Pemalsuan Merk Benih Jagung BISI - 18

Baca juga: Zulhas: PAN Menang di 130 Daerah Pilkada, 40 Adalah Kader Internal

Baca juga: Sirekap KPU Pilkada Gresik 92,24 Persen, Paslon Niat Tetap Unggul 51,1 Persen

Dia menjelaskan, omzet yang didapatkan para tersangka dalam menjalankan bisnis gelapnya ini sangat lumayan. Nilainya per bulan sampai miliaran. Semakin banyak pesanan, maka semakin banyak keuntungan.

"Omzetnya luar biasa. Mereka mulai menggeluti bisnis benih jagung oplosan yang dilabel BISI - 18 sejak enam bulan yang lalu," jelas dia kepada TribunJatim.com.

Samsul menerangkan, harga beli benih jagung yang bukan BISI - 18, per karungnya hanya Rp 7.000 - Rp 10.000. Setelah itu, mereka campur atau oplos dan dikemas dalam karung berlabel BISI - 18.

"Mereka jual ke pasar dengan harga Rp 37.000 - Rp 42.500. Harga itu jauh lebih murah dari pasaran. Harga benih jagung BISI - 18, di pasar dijual dengan harga Rp 75.000. Ada selisih hampir 50 persen antara harga asli dan palsu," tambah dia.

Menurut dia, masing - masing tersangka ini memiliki peran yang sama. Ada pembuat, penyandang dana untuk modal, penjual atau distribusi dan lainnya. Mereka saling berkaitan satu sama lain.

"Untuk jalur distribusinya sudah sampai seluruh Indonesia, ada yang dikirim ke NTB, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera dan lainnya. Semua wilayah yang ada potensi jagung dimasuki dengan produk palsu ini," jelas dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved