Breaking News:

Kisah Pengusaha Sego Burger 'Seger' Hadapi Pandemi, Akui Sempat Merosot

Covid-19 telah menghantam semua sektor usaha. Tetapi setidaknya bisnis makanan ada harapan bisa tetap bergeliat

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Kisah sukses pengusaha kuliner Muhammad Hakam Nausa 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Covid-19 telah menghantam semua sektor usaha. Tetapi setidaknya bisnis makanan ada harapan bisa tetap bergeliat.

Seperti bisnis Sego Burger atau 'Seger' milik Muhammad Hakam Nausa

Bisnis ini menawarkan olahan burger yang identik dengan resep western tapi diolah dengan cita rasa nusantara

Jika umumnya hamburger atau burger disajikan dengan roti yang dibelah menjadi dua. Oleh Hakam kuliner asal Jerman itu diganti dengan nasi.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Daging Ayam di Kabupaten Bondowoso Mengalami Kenaikan

Hakam mengatakan bisnisnya tetap bergeliat meski pandemi Covid-19 masih mewabah. Meskipun, secara hitungan per tahun penghasilannya merosot hampir 50 persen.

"Awal-awal Covid-19 itu kerasa banget dampaknya, beberapa outlet saya di luar daerah terpaksa tutup," kata Hakam, Selasa (15/12/2020).

Diceritakan Hakam, ada beberapa fase yang harus dilakukan demi menjaga bisnis tetap berjalan. Kala itu, dari sembilan karyawan dua di antaranya harus dirumahkan agar bisa memaksimalkan efisiensi produksi.

Tak sampai disitu, demi menekan angka kerugian, ia juga sempat menjual produknya dalam keadaan beku. 

Padahal sebelumnya, burger frozen itu hanya khusus dijual kepada para mitra yang ada di luar daerah seperti Jember, Malang, Batu, Bondowoso, dan Sidoarjo.

"Outlet sudah ada yang tutup, sementara stok bahan juga masih banyak. Ya akhirnya terpaksa jual sendiri. Alhamdulillah ngangkat penjualan, tapi setelah normal burger frozen saya stop," katanya.

Sehari-hari Hakam memasarkan produknya dengan cara offline. Bapak empat anak ini setidaknya sudah punya 3 outlet di Lumajang. Di antaranya di kawasan Taman Toga, Jalan Abu Bakar dan area Pemandian Selokambang.

Dikatakan Hakam, ke depan berencana malah akan menambah cabang. Sebab menurutnya, di masa new normal 

mengandalkan penjualan secara online bukan satu-satunya solusi bisa segera mengembalikan kondisi bisnis stabil.

"Kalau online sudah ada di aplikasi ojek online lokal Lumajang. Cuma rencana mau maksimalkan offline dulu, kami mau jemput bola, jadi jual sego burger keliling ke kampung-kampung," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved