Breaking News:

Pemkot Batu Upayakan Konservasi Kawasan Sumber Brantas untuk Mitigasi Bencana Longsor

Pemerintah Kota Batu akan melakukan upaya konservasi dan penghijauan kembali sejumlah kawasan hutan untuk mengantisipasi longsor.

Benni Indo/Surya
Kawasan pertanian di Desa Sumber Brantas yang tidak memiliki banyak pohon. 

TRIBUNJATIM.COM, BATUPemerintah Kota Batu akan melakukan upaya konservasi dan penghijauan kembali sejumlah kawasan hutan untuk mengantisipasi longsor.

Upaya konservasi itu utamanya akan dilakukan di kawasan atas, seperti di Desa Sumber Brantas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan tanaman tegakan sangat diperlukan di Desa Sumber Brantas sebagai penghalau angin. Tanaman juga berfungsi memperkuat tekstur tanah di saat musim penghujan. Populasi tanaman tegakkan yang makin menipis mengakibatkan angin kencang menerpa dan berdampak kerugian material. Hal itu pernah terjadi pada akhir 2019 lalu.

"Desa Sumber Brantas sangat perlu tanaman tegakan untuk mencegah longsoran serta melindungi dari terpaan angin. Semua itu bisa diwujudkan tapi harus ada penguatan dari masyarakat setelah ada dorongan dari pemerintah," tukasnya kepada TribunJatim.com.

Saat musim penghujan seperti sekarang, sejumlah peristiwa bencana alam sudah terjadi di Kota Batu. Mulai dari banjir hingga tanah longsor dicatat oleh BPBD Kota Batu. Beberapa waktu lalu, hujan sedang yang berlangsung hampir seharian mengakibatkan longsor pada dua titik di Desa Sumber Brantas.

Baca juga: SOSOK Wanita yang Blak-blakan Berniat Rebut Gebetan Lesty, Sudah Cium Rizky Billar: Ramai Dah Tuh

Baca juga: RS Lapangan Kota Malang Telah Diresmikan Gubernur Khofifah, Sudah Ada 25 Pasien yang Inden

Baca juga: Lion Air Klaim Telah Sukses Layani Pernerbangan Perdana Umroh Indonesia Asal Jatim

“Longsor terjadi di Dusun Tunggangan dan Dusun Jurangkuali, Desa Sumber Brantas. Material longsoran tanah berdimensi sepanjang 12 meter, lebar 4 meter dan tinggi 10 meter. Sedangkan di Dusun Jurangkuali, material longsoran sepanjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 6 meter,” terang Agung kepada TribunJatim.com.

Material longsor di dua lokasi tersebut menyumbat saluran air dan menutup akses jalan. Akibatnya, air dan kotoran berserakan dijalan. Kondisi tersebut berbahaya bagi pengguna jalan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Saat kejadian jalur alternatif penghubung Batu-Mojokerto dalam situasi lengang.

BPBD Kota Batu bersama warga gotong royong membersihkan material tanah. Penanganan selesai pada sore hari. BPBD mencatat ada 25 kejadian di bulan Desember sejak tanggal 4 sampai 15 Desember. Banjir terjadi tiga kali kejadian angin kencang sebanyak 12 kali dan tanah longsor ada 10 kali.

"Kami meminta agar pengendara yang melintas di Sumber Brantas untuk berhati-hati karena daerah ini rawan longsor," kata Agung.

Secara geografis kawasan Sumber Brantas berada di area ketinggian dengan kontur wilayah yang berbukit-bukit. Kemiringan lereng yang harusnya ditumbuhi tanaman tegakan berganti rupa menjadi bukaan lahan pertanian. Faktor ini sangat riskan terhadap terjadinya potensi longsor. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved