Mahasiswi Universitas Narotama Surabaya ini Bermula Suka Renang, Kini Banting Setir Jadi Atlet Selam
mahasiswi Universitas Narotama Surabaya itu memilih untuk berpindah haluan menjadi atlet selam saat menginjak kelas 2 SMP
Penulis: Zainal Arif | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menggeluti bidang olahraga renang sejak kelas 3 SD mengantarkan Aisyah Juliviani Ismanto mendapatkan banyak juara di tingkat daerah dan provinsi.
Namun kemudian mahasiswi Universitas Narotama Surabaya itu memilih untuk berpindah haluan menjadi atlet selam saat menginjak kelas 2 SMP.
“Waktu itu memang sudah sangat tertarik dengan selam. Nah saya tertarik dengan selam kolam karena menggunakan alat monofin seperti kaki putri duyung dan alat itu yang bikin saya penasaran bagaimana sih cara memakainya dan menyelarasan dengan kecepatan yang ditentukan,” kata mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Narotama itu kepada TribunJatim.com.
Setelah mulai mendalami dengan banyak berlatih, Aisyah mulai mencoba mengikuti lomba pertamanya di tahun 2014.
Namun karena masih pemula dan gerakannya masih kaku, ia hanya mendapatkan peringkat 10 besar.
Tapi kemudian kejutan muncul ketika ia mengikuti kejuaraan daerah di tahun 2015 karena ia mendapatkan juara 3 kategori 200 meter surface.
Baca juga: Joan Mir Optimis Bisa Kalahkan Marc Marquez pada MotoGP 2021 dengan Cara Ini
Baca juga: Lesty Rombak Penampilan Demi Gebetan? Rizky Billar Kini Sebut Makin Enak, Dukung Tiap Perubahan
Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas Daihatsu Ayla, Paling Murah Mulai Rp 50 Juta Saja, Bisa Pilih Berbagai Tipe
“Waktu itu saya dan orang tua sama-sama kaget karena ternyata saya berpotensi juga di selam. Meskipun awalnya sempat kesulitan tapi ternyata progress saya cukup cepat. Jadi saya semakin menekuni dunia selam sampai tahun 2016 terpilih untuk mengikuti kejuaraan nasional di Jakarta,” lanjut gadis kelahiran 6 Juli 2000 itu.
Ia pun berusaha keras agar bisa mendapatkan juara. Hingga usaha tersebut membuahkan hasil karena Aisyah mendapatkan juara 2 di nomor Apnea 50 meter.
“Orangtua saya semakin bangga karena ternyata saya bisa dipercaya untuk menekuni selam,” tutur Aisyah Juliviani Ismanto kepada TribunJatim.com.
Setelah itu, Aisyah menjuarai kejuaraan daerah 50 meter surface tahun 2019 dan beberapa juara di kompetisi-kompetisi lain.
Dalam perjalanannya meraih juara, Aisyah juga mengalami kejadian lucu ketika awal-awal mendalami dunia selam.
“Awalnya saya kan nggak tahu cara menggunakan alat monofin dan snorkel. Bagaimana caranya bisa berdiri di atas start block atau tempat untuk loncat ke kolam menggunakan monofin," ujarnya.
Disaat lomba pertamanya, ia mengaku kesulitan memakai monofin karena sangat sempit, padahal ia diberi waktu satu menit untuk memakai dan bersiap di start block.
"Sudah saya pakaikan sabun tapi tetap saja sulit. Sampai saya akhirnya meminta bantuan pada petugas timer. Belum lagi kemudian harus berdiri di start block. Alhasil, saya terlambat start sekitar 5 detik. Itu menjadi pengalaman berharga buat saya,” katanya.
Target Aisyah selanjutnya adalah Pekan Olahraga Provinsi 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-aisyah-juliviani-ismanto-mahasiswi-universitas-narotama-surabaya.jpg)