Breaking News:

KPU Gelar Tes Swab untuk Komisioner dan Penyelenggara Pilkada Sidoarjo 2020, Cegah Klaster Covid-19

KPU menggelar tes swab untuk komisioner dan penyelenggara Pilkada Sidoarjo 2020 untuk mencegah klaster baru Covid-19.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/M TAUFIK
Pegawai KPU Sidoarjo saat menjalani tes swab Covid-19, Rabu (30/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pasca pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak 2020, KPU Sidoarjo kembali melakukan tes swab untuk semua komisioner dan para penyelenggara.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 (virus Corona) di lingkungan penyelenggara pemilu.

Semua penyelenggara jalani tes swab. Terhitung ada 39 orang, termasuk komisioner dan jajaran KPU Sidoarjo.

Termasuk ketua dan anggota komisioner KPU, sekretaris, kasubbag, staf sekretariat, tenaga kontrak, dan staf pendukung.

“Swab sudah dilakukan, mungkin besok atau tanggal 2 Januari 2021 sudah keluar hasilnya,” kata Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak, Rabu (30/12/2020).

Selain itu, KPU Sidoarjo juga menggelar rapid test massal untuk seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Baca juga: Banyak Jalan Rusak Belum Diperbaiki, Kinerja Dinas PU BMSDA Sidoarjo Dinilai Lambat, Ini Alasannya

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Pascalibur, Pemkab Sidoarjo Tambah Tempat Isolasi untuk Pasien Covid-19

Terhitung ada 90 orang anggota PPK dari 18 kecamatan di Sidoarjo yang menjalani rapid test.

Hasilnya diperkirakan keluar bersamaan dengan tes swab yang digelar untuk para komisioner KPU.

“Ya, hasilnya akan disampaikan bareng dengan hasil swab test,” lanjut Iskak.

Tujuan rapid test ini juga sama, mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan penyelanggara pemilu yang ada di Sidoarjo.

Baca juga: Korban Banjir di Tanggulangin Sidoarjo Dapat Bantuan, 754 Paket Sembako Dibagikan Pemkab

Baca juga: Tim Swab Hunter Polrestabes Surabaya Bakal Siaga di 7 Titik Perbatasan Surabaya

Kendati Dinas Kesehatan Sidoarjo menyatakan bahwa sejauh ini belum menemukan adanya klaster pilkada dalam penyebaran Covid-19 di Sidoarjo, langkah itu dirasa sangat penting oleh KPU untuk mengidentifikasi dan memastikan kondisi para penyelenggara pasca pelaksanaan Pilkada Sidoarjo 2020.

Apalagi, di Sidoarjo akhir-akhir ini angka penyebaran Covid-19 kembali meningkat.

Menjelang akhir tahun, pasien Covid-19 di RSUD Sidoarjo sampai overload alias melebihi kapasitas. Hingga rumah sakit milik Pemkab Sidoarjo itu memutuskan untuk tidak menerima pasien dari luar daerah.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved