Breaking News:

Berkunjung ke Tempat Wisata di Sidoarjo, Wisatawan Wajib Bawa Surat Sehat

Pemkab Sidoarjo mewajibkan semua pengunjung tempat wisata untuk membawa surat keterangan sehat.

Penulis: M Taufik | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/M Taufik
Pulau Lusi, salah satu destinasi wisata di Sidoarjo 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Selain membatasi sejumlah aktivitas saat Tahun Baru 2021, Pemkab Sidoarjo juga mewajibkan semua pengunjung tempat wisata untuk membawa surat keterangan sehat alias terbebas dari Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo, Djoko Supriyadi, hanya ada dua hasil test yang diakui untuk bisa masuk kawasan wisata di Sidoarjo.

Yakni bukti hasil dari uji swab PCR dengan batas waktu maksimal 7x24 jam sebelumnya. Yang kedua ialah hasil rapid test antigen, maksimal dilakukan 3x24 jam sebelum ke tempat wisata.

Selain dua itu, ditegaskan dia, tidak berlaku. "Jadi kalau mau liburan ke tempat wisata di Sidoarjo, pengunjung harus bawa salah satu dari dua pilihan itu," kata Djoko, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Selama 3 Bulan Operasi Yustisi di Ponorogo, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Terkumpul Rp 32 Juta

Baca juga: Cegah Kecelakaan Motor karena Jalan Rusak, Warga Beri Tanda Karung Sak di Jalan Cerme-Bunder Gresik

Dijelaskannya bahwa selama liburan tahun baru ini, tempat wisata di Sidoarjo tetap beroperasi. Namun semua wajib menerapkan protokol kesehatan super ketat. Wajib pakai masker, jarak jarak, dan cuci tangan.

"Mengantisipasi penyebaran Covid-19. Karena akhir-akhir ini penyeberannya di Sidoarjo kembali meningkat," lanjut dia.

Beberapa tempat wisata masih tetap dilarang beroperasi, yakni kolam renang, bioskop, karaoke, dan panti pijat.

Bukan tanpa alasan, kawasan kolam renang dilarang buka karena sangat susah untuk mengatur jarak antar pengunjung. Hal yang sama juga terjadi di studio karaoke. Termasuk juga panti pijat dan bioskop.

"Sebagaimana aturan yang disebutkan dalam surat edaran Bupati Sidoarjo, yang tidak boleh buka hanya kolam renang, karaoke, bioskop, dan panti pijat. Lainnya boleh beroperasi, dengan catatan harus terapkan prokes ketat," tuturnya.

Baca juga: Evaluasi Pengamanan Tahun Baru 2021, Kapolres Malang: Tak Ada Kerumunan

Disampaikan pula bahwa pengelola tempat wisata juga diwajibkan untuk memberikan himbauan kepada karyawannya untuk taat prokes dalam bertugas.

Pengelola juga diminta untuk melengkapi segala jenis kebutuhan penunjang dalam upaya menerapkan prokes di area wisatanya. Seperti tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, hand sanitizer, aturan jaga jarak, dan sebagainya. 

Jumlah pengunjung juga wajib dibatasi, maksimal hanya boleh menampung 50 persen dari kapasitas yang ada.(SURYA/M Taufik)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved