Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Swab Hunter Pelototi Perkantoran di Surabaya, Pantau Penerapan Protokol Kesehatan

Klaster perkantoran terus menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Penerapan protokol kesehatan diharapkan dijaga betul.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Pipin Tri Anjani
Freepik
ILUSTRASI Covid-19 - Klaster perkantoran terus menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Penerapan protokol kesehatan diharapkan dijaga betul. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Klaster perkantoran terus menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Penerapan protokol kesehatan diharapkan dijaga betul.

Apalagi Tim Swab Hunter bakal melakukan pemantauan di sejumlah perkantoran. 

"Kami juga akan melakukan penyisiran di kantor tersebut, barangkali ada pelanggaran protokol kesehatan. Sudah melaksanakan protokol kesehatan apa belum,” kata Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto, Selasa (5/1/2021).

Protokol kesehatan di tempat kerja itu diantaranya harus memperhatikan ventilasi ruangan. Tidak menggantungkan sirkulasi pada AC. 

Menjaga jarak di tiap ruangan dengan 50 persen dari kapasitas ruangan, membentuk satgas mandiri di tiap unit kerja atau kantor. Termasuk pengecekan suhu, tempat cuci tangan dan pemakaian masker.

Baca juga: Klaster Perkantoran Jadi Perhatian, Pemkot Surabaya Kerahkan Swab Hunter

Baca juga: Isi Saldo Tabungan Pekerja Tanam Mangrove di Gresik Ludes, Pemilik Sampai Kaget Saat Tahu

“Bahkan, kami nanti juga akan cek apakah sudah menghindari penggunaan alat secara komunal,” terang Kepala BPB Linmas Surabaya

Irvan menjelaskan, selain adanya swab hunter, jika didapati pelanggaran protokol kesehatan di tempat kerja, maka dapat terkena sanksi sesuai Perwali 67/2020. 

Saat ini Perwali tersebut masih terus sosialisasi. Namun, ke depan penindakan bakal intensif. 

"Sehingga jika di tempat kerja itu banyak ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan sanksi sesuai Perwali 67 itu,” terang Irvan. 

Irvan berharap protokol kesehatan dapat terus ditingkatkan. Tak boleh kendor dalam melakukan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19

"Menurut kami, vaksin terbaik adalah perubahan perilaku dengan biasakan yang tidak biasa, dengan cara itu, insyallah Covid-19 di Surabaya akan segera selesai," ujar mantan Kepala Satpol PP Surabaya itu. 

Editor: Pipin Tri Anjani

Baca juga: Sekitar 2.675 Tenaga Kesehatan di Kota Blitar Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Baca juga: Hendak Mendahului Truk, Pengemudi Motor di LamonganTerpental dan Tewas di Lokasi

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved