Breaking News:

Minimalisir Dampak Bencana di Nganjuk, Polisi Pasang Papan Peringatan Terjadinya Tanah Longsor

Adanya potensi bencana alam tanah longsor terus diwaspadai jajaran Polsek Ngetos Polres Nganjuk.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Petugas Polsek Ngetos Polres Nganjuk memasang papan peringatan terjadinya bencana alam tanah longsor. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Adanya potensi bencana alam tanah longsor terus diwaspadai jajaran Polsek Ngetos Polres Nganjuk.

Ini setelah wilayah Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk yang berada di lereng pegunungan wilis memiliki potensi bencana alam tanah longsor cukup tinggi.

Kapolsek Ngetos Polres Nganjuk, AKP Gendut Wisoko menjelaskan, langkah antisipasi yang dilakukannya yakni dengan memasang banner peringatan waspada tanah longsor di sejumlah titik rawan bencana sekitar jalan desa.

Dengan demikian warga yang berada di dekat lokasi rawan bencana ataupun warga yang melintas lebih hati-hati dan waspada.

"Ini sebagai kegiatan meminimalisir dampak dalam musibah bencana tanah longsor dengan memberikan imbauan warga untuk selalu memperhatikan kondisi sekitarnya," kata Gendut Wisoko didampingi Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Pura-pura Minta Minum, 2 Pemuda di Nganjuk Gasak Burung Murai, Ketahuan Malah Lari Tinggalkan Motor

Baca juga: Sebanyak 19.188 Sertifikat Program PTSL Diserahkan Kepada Masyarakat di Kabupaten Nganjuk

Selain pemasangan banner, dikatakan Gendut Wisoko, jajaran Polsek Ngetos Polres Nganjuk juga memberikan imbauan kepada warga lewat peran bhabinkamtibmas untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam guna mencegah terjadinya bencana.

Karena bagaimanapun, jika kelestarian alam terjaga dengan baik maka timbulnya potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor bisa diminimalisir dengan baik.

"Itulah mengapa anggota kami selalu memberikan peringaan dan edukasi agar warga senantiasa ikut melestarikan kawasan hutan dan menanam pohon penahan longsor di lereng perbukitan," ucap Gendut Wisoko.

Memang, diakui Gendut Wisoko, dalam upaya meminimalisir terjadinya musibah bencana diperlukan kerjasama dengan semua pihak terkait. Mulai dari Pemerintah, Masyarakat, dan instansi lain untuk bersama-sama menjalankan program reboisasi kawasan hutan di lereng pegunungan Wilis.

Terutama dengan menanam pohon yang selain memiliki akar kuat juga akan bisa memberi manfaat  peningkatan perekonomian warga sekitar hutan. Seperti menanam bibit pohon mangga, rambutan, durian dan sebagainya.

"Yang jelas, bila penghijauan kawasan hutan dengan menanam pohon yang memberi manfaat bagi warga dipastikan akan banyak manfaat yang didapat selain meminimalisir bencana alam banjir dan tanah longsor," tutur Gendut Wisoko. (SURYA/Achmad Amru Muiz) 

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved