Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Transkrip Pembicaraan Pilot Sriwijaya Air Sebelum Jatuh Muncul, KNKT: Dikaji, ini Daftar Temuan Lain

Transkrip pembicaraan pilot Sriwijaya Air kini sudah muncul dan diterima oleh KNKT, juga ditemukan temuan-temuan komponen lain yang dikumpulkan.

Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Tribunnews.com
KNKT Telah mendapatkan transkrip pembicaraan pilot sebelum lepas landas, termasuk mengumpulkan komponen lainnya 

Masih pada pukul 14.40 WIB, pesawat Sriwijaya Air tersebut secara mendadak juga mengalami penurunan ketinggian dan kecepatan yang drastis.

Hal tersebut menurut Capt Vincent adalah sebuah tanda bahwa Sriwijaya Air diduga mengalami stall.

Stall adalah kehilangan daya angkat. Pesawat bisa terbang karena adanya daya angkat.

Jika daya angkatnya hilang, pesawat tidak akan bisa terbang di udara

"Kurang dari satu menit, pesawat ini menghadap ke kiri. Sangat drastis dan stip. Heading 339 derajat. Pesawat ini dive down (ketinggiannya berkurang menjadi) 8.900 kaki dari 10.700 kaki. Tiba-tiba kecepatannya 224 knot,"

"Ini ada kemungkinan, indikasi airspeed dia di bawah 200 knot. Artinya di pesawat, clean configuration, sudah cukup berisiko untuk terkena stall," pungkas Capt Vincent.

Terus menerus berubah posisi, pesawat Sriwijaya Air itu pun akhirnya mencapai ketinggian tak wajar.

Pun dengan kecepatan yang juga menurun

"Ground speed 115 knot, ini indikasi crash kuat sekali. Bahwa pesawat ini terkena full stall. Akan sulit sekali untuk di-recover dengan ketinggian 5.400 kaki,"

"Ini sudah sesuatu yang enggak normal. Pesawat ini off track dengan kecepatan yang tidak seharusnya dan ketinggian yang tidak seharusnya," ujar Capt Vincent.

Melihat kejanggalan tersebut, Capt Vincent pun menjelaskan.

Bahwa dalam waktu satu menit, pesawat tersebut mengalami perubahan mulai dari posisi, ketinggian hingga kecepatan yang drastis.

"Hanya dalam satu menit, pesawat itu jatuh dari ketinggian 11 ribu dengan kecepatan yang sangat ekstrem, 358 knot atau 553 km per jam," imbuh Capt Vincent.

Selesai membaca data tersebut, Capt Vincent kembali mengurai disclaimer.

Bahwa apa yang ia sampaikan hanya berdasarkan data.

Dengan akurasi ketepatan berkisar 20 sampai 30 persen saja

"Inilah yang Saya bisa baca berdasarkan pengalaman saya di aviasi. Saya hanya memberikan gambaran dengan data kalau kita lihat. Ini bukan data yang pasti. Kita tidak bisa menerka-nerka. Tapi ini hanya baca data apa yang ada di dalam flight radar," tutup Capt Vincent.

Artikel di olah dari artikel yang tayang di Tribun Bogor dan Kompas TV

Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved