Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Transkrip Pembicaraan Pilot Sriwijaya Air Sebelum Jatuh Muncul, KNKT: Dikaji, ini Daftar Temuan Lain

Transkrip pembicaraan pilot Sriwijaya Air kini sudah muncul dan diterima oleh KNKT, juga ditemukan temuan-temuan komponen lain yang dikumpulkan.

Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Tribunnews.com
KNKT Telah mendapatkan transkrip pembicaraan pilot sebelum lepas landas, termasuk mengumpulkan komponen lainnya 

Pada pukul 14.39 WIB, kondisi pesawat menurut Capt Vincent masih normal.

Semua yang disebutkan oleh Capt Vincent dilihat dari kecepatan, track hingga ketinggian yang tampak normal.

Lantas, sang captain mulai menyoroti setelah lepas dari detik 39.

Tak sampai satu menit, pesawat terlihat oleng sampai 3 derajat.

Yakni dari posisi semula 46 derajat menjadi 43 derajat.

Melihat hal tersebut, Capt Vincent menjelaskan bahwa itu lumrah terjadi.

Ia menduga adanya turbulensi yang normal terjadi di penerbangan pesawat.

"Bisa enggak terjadi ? bisa saja. Kalau kena turbulens, bisa saja dia belok ke kiri," kata Capt Vincent.

Namun, kemiringan pesawat Sriwijaya Air tersebut justru semakin bertambah.

Sebab dalam waktu sekian detik, pesawat tersebut kembali oleng dengan kemiringan tajam hingga 16 derajat.

"Tapi, tiba-tiba, tidak sampai 1 menit. Pesawat ini belok dari 46 ke 30 ini sudah 16 derajat off track. Ini sesuatu hal yang sudah cukup mencurigakan," ujar Capt Vincent.

Momen tersebut diakui Capt Vincent adalah indikasi awal pesawat Sriwijaya Air ada masalah.

Karena dalam detik selanjutnya, posisi pesawat tersebut terus berubah dan semakin oleng hingga 6 derajat.

Kala itu, kecepatan dan ketinggian pesawat masih normal yakni di atas 250 knot dengan ketinggian 10.000 kaki

"Ini sudah mulai mengindikasikan pesawat menikung secara stip nih ke kiri. Di sini sudah out track. Dari 46 derajat pindah jadi 6 derajat. Waktunya 14.40 menit. Kurang dari 1 menit, pesawat ini off track 40 derajat," ungkap Capt Vincent.

Halaman
1234
Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved