Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Terkuak Sebab Pesawat SJ 182 Hancur Berkeping-keping, Bukan di Udara?KNKT: Tak Ada yang Mencurigakan

Kini penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terus diselidiki. Termasuk bagaimana dan penyebab pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hancur.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG dan MUHAMMAD NAUFAL
Sejumlah bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang telah ditemukan. 

TRIBUNJATIM.COM - Simak berita terbaru tentang pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu.

Kini penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 terus diselidiki.

Termasuk bagaimana dan penyebab Sriwijaya Air SJ 182 hancur berkeping-keping.

Berikut penjelasannya.

ILUSTRASI - Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC yang difoto pada 3 Januari 2020 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
ILUSTRASI - Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC yang difoto pada 3 Januari 2020 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (SHUTTERSTOCK/CORVIN Y.O)

Pada Sabtu (9/1/2021), pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pesawat itu mengangkut 62 jiwa.

Rinciannya, 6 kru aktif plus 56 penumpang yang terdiri dari 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Grafis kronologi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta
Grafis kronologi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta (Grafis Tribun Network)

Sebelum hilang kontak, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sempat keluar jalur penerbangan, yakni menuju arah barat laut.

Air Traffic Controller (ATC atau petugas pengatur lalu lintas udara) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya jatuh.

Halaman
1234
Penulis: Ani Susanti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved